Menu
Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi| Gunung Merapi...

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran Persediaan Beras, Gula, dan Minyak Goreng di Yogyakarta Aman.

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran …

Jogja-KoPi| Perum Bulog d...

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Prev Next

Gemuruh bedug sahur yang mulai lenyap

Image from 3.bp.blogspot.com Image from 3.bp.blogspot.com
Surabaya - KoPi | “Sahur.. sahur.. tok tok tok” siapa yang tidak kenal suara ditengah malam tersebut. Banyak yang menantikan dan merasa diuntungkan dengan adanya kumpulan orang berdoyong-doyong membangunkan ditengah malam.

Alat musik seadanya dimainkan untuk membuat semakin ramai. Gendang, galon, trompet, botol dimainkan membentuk irama. Mereka lalu berteriak membangunkan orang sahur agar bisa menunaikan kewajibannya di bulan Ramadhan. Beberapa orang bahkan sengaja menyalakan petasan dengan dentuman keras agar lebih mudah membangunkan.

Ya patrol! Banyak sekali keragaman budaya dan ciri khas dalam membangunkan sahur. Namun, sayang, Ramadhan kali ini masih jarang ditemukan. Tidak semeriah yang dahulu-dahulu. Para pelakon patrol sudah terlihat lebih jarang.

Mereka hanya mengandalkan pengeras suara dari masjid masjid sekitar. Padahal budaya tersebut mulai dirindukan. “Mulai capek aja, pake toa masjid juga sekarang udah kedengeran. Orang jaman sekarang juga pasti punya alarm sendiri dirumahnya” ujar Andi salah satu yang pemukul bedug membangunkan sahur.

Di Surabaya sendiri masyarakat mengaku mulai kehilangan para pembangun sahur tersebut. Bagi mereka, suara gendang, botol dan teriakan sangat membantu apalagi mereka yang lupa menyetel alarm.

“Udah gak pernah lewat gang sini. Paling toa masjid aja yang kedengeran. Kangen sih kadang-kadang” ujar Tinah.

Meskipun begitu, di kampung Bekasi Jawa barat masih ada penggiat para pemukul bedug membangunkan sahur. Mereka bahkan menggunakan alat-alat tambahan seperti speaker dan alat musik lainnya. Menurut Abdurrahman anak muda di Bekasi ini kreatif dan tidak mau menghilangkan budaya khas mereka.

“Pake mobil bak, keliling pake alat musik. Jumlah yang ikut malah bertambah terus” ujar Abdurrahman saat dihubungi KoPi.

Semakin hilangnya budaya patrol ini dirasa butuh hal yang lebih menarik. sehingga giat ibadah di bulan Suci ini akan terasa kebersamaanya. Saling megingatkan, saling membangunkan dan saling berbagi makanan. Semoga sayup bedug ditengah malam itu tidak seraya lekas hilang. | Labibah

back to top