Menu
Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Prev Next

Gempar, ISIS kirim botol plastik Ebola ke sebuah Media Kabar

Gempar, ISIS kirim botol plastik Ebola ke sebuah Media Kabar

Selandia Baru-KoPi- Sebuah botol plastik yang berisi sampel mematikan virus Ebola telah dikirim ke sebuah surat kabar utama di Selandia Baru, laporan menunjukkan.

Kepala biro Sky News Melbourne Ahron Young mengatakan botol itu merupakan paket kiriman dari "kelompok ISIS" yang dikirim ke kantor pagi ini, kemudian dikonfirmasi untuk di bawa New Zealand Herald guna penelitian lebih lanjut. Tiba dengan surat yang mengklaim bahwa cairan itu adalah sampel Ebola, seketika kantor surat kabar itu gempar dan panik. Pihak berwajib segera mengevakuasi karyawan dan beberapa staf yang disinyalir kontak langsung dengan paket kiriman disemprot dengan cairan khusus penangkal virus .

Menurut tweet yang dikirim oleh Herald, semua tindakan pencegahan telah diambil.

The Herald Sun dan Selandia Baru Herald keduanya melaporkan bahwa pengiriman dicurigai sebagai tipuan, tetapi sampel telah dikirim ke spesialis Victorian Laboratorium Referensi Penyakit Menular Melbourne untuk menentukan apakah mengandung penyakit pembunuh Ebola atau tidak. Polisi Auckland mengatakan sejumlah kecil cairan dalam botol plastik telah dikirim ke kantor Herald dalam paket mencurigakan bersama dengan beberapa dokumen, salah satunya disebutkan itu adalah Ebola.

Sebagai tindakan pencegahan, polisi memeriksa sidik jari dan DNA yang ada di botol sebelum dikirim ke Melbourne untuk pengujian. Hasil segera dikonfirmasi dalam beberapa hari.Para pejabat kesehatan yang hadir meyakinkan sejumlah kecil staf yang bekerja di ruang surat kabar bahwa risiko kontaminasi hampir tidak ada.

"Polisi sering dipanggil untuk menangani dan menyelidiki keaslian dan isi dari paket yang mencurigakan," kata Inspektur Detektif Scott Beard.

Irfan Ridlowi

Sumber: news.com

 

back to top