Menu
Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi | Balai Penyel...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Gerakan Filantropi Islam Sebagai Deradikalisasi

Gerakan Filantropi Islam Sebagai De…

Sleman-KoPi| Dewasa ini, ...

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adalah Persatuan dan Kesatuan

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adala…

Jatim-KoPi| Salah satu ku...

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehakiman Masih Berpusat Pada Institusi Bukan Hakim Secara Personal

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehak…

Sleman-KoPi|Kemerdekaan k...

Merapi Naik ke Status Waspada, Gempa Tremor dan Vulkanik Sempat Muncul Saat Letusan Freaktif.

Merapi Naik ke Status Waspada, Gemp…

Jogja-KoPi|Setelah Gunung...

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi | Gunung Merap...

Prev Next

Gempar, ISIS kirim botol plastik Ebola ke sebuah Media Kabar

Gempar, ISIS kirim botol plastik Ebola ke sebuah Media Kabar

Selandia Baru-KoPi- Sebuah botol plastik yang berisi sampel mematikan virus Ebola telah dikirim ke sebuah surat kabar utama di Selandia Baru, laporan menunjukkan.

Kepala biro Sky News Melbourne Ahron Young mengatakan botol itu merupakan paket kiriman dari "kelompok ISIS" yang dikirim ke kantor pagi ini, kemudian dikonfirmasi untuk di bawa New Zealand Herald guna penelitian lebih lanjut. Tiba dengan surat yang mengklaim bahwa cairan itu adalah sampel Ebola, seketika kantor surat kabar itu gempar dan panik. Pihak berwajib segera mengevakuasi karyawan dan beberapa staf yang disinyalir kontak langsung dengan paket kiriman disemprot dengan cairan khusus penangkal virus .

Menurut tweet yang dikirim oleh Herald, semua tindakan pencegahan telah diambil.

The Herald Sun dan Selandia Baru Herald keduanya melaporkan bahwa pengiriman dicurigai sebagai tipuan, tetapi sampel telah dikirim ke spesialis Victorian Laboratorium Referensi Penyakit Menular Melbourne untuk menentukan apakah mengandung penyakit pembunuh Ebola atau tidak. Polisi Auckland mengatakan sejumlah kecil cairan dalam botol plastik telah dikirim ke kantor Herald dalam paket mencurigakan bersama dengan beberapa dokumen, salah satunya disebutkan itu adalah Ebola.

Sebagai tindakan pencegahan, polisi memeriksa sidik jari dan DNA yang ada di botol sebelum dikirim ke Melbourne untuk pengujian. Hasil segera dikonfirmasi dalam beberapa hari.Para pejabat kesehatan yang hadir meyakinkan sejumlah kecil staf yang bekerja di ruang surat kabar bahwa risiko kontaminasi hampir tidak ada.

"Polisi sering dipanggil untuk menangani dan menyelidiki keaslian dan isi dari paket yang mencurigakan," kata Inspektur Detektif Scott Beard.

Irfan Ridlowi

Sumber: news.com

 

back to top