Menu
Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredaran Tembakau Gorila di Yogyakarta.

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredara…

Sleman-kopi| Direktorat R...

Keamanan di Bandara Adi Sutjipto Ketat Dengan Terjunnya 29 Ekor Anjing Pelacak dan Body Scanner.

Keamanan di Bandara Adi Sutjipto Ke…

Sleman-KoPi| Komandan sat...

Prev Next

Gelar Budaya Kearifan Lokal di Sumberan Sleman

Gelar Budaya Kearifan Lokal di Sumberan Sleman

Jogja-KoPi| Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta menggelar kembali Gelar Budaya Kearifan Lokal tahunan dengan tema Gelar Pesona Budaya Sumberan. Sesuai dengan Tema, Gelaran ini bertempat di Dusun Sumberan, Candibinangun Kecamatan Pakem Sleman pada tanggal 11-12 Maret.

Erlina Hidayati Kasi Sastra dan Bahasa Dinas Kebudayaan, menjelaskan latar belakang dari pemilihan Dusun Sumberan karena Sumberan memiliki 7 sumber mata air abadi yang khas. Ketujuh sumber mata air ini memiliki nama, Djoprawiro,Nyoto Purio,Kromo Kirono, Purwo Suwito, Modjo Suwito, Karyo Sentono dan Diporedjo.

Menurut Erlina, ketujuh sumber mata air ini memiliki keunikan tersendiri dan tidak pernah kering sejak dulu. Sejak zaman Perang Diponegoro mata air ini sudah ada.

"Di Sumberan inilah 7 mata air ini lestari,meski waktu itu saat musim kemarau atau bahkan saat Erupsi Merapi, 7 mata air ini tidak berhenti mengucur," katanya dalam jumpa pers di Pendopo Dinas Kebudayaan,Kamis (9/3)

Selain itu menurut Erlina warga Sumberan juga memiliki daya tarik tersendiri. Selain mayoritas petani, masyarakat Sumberan masih menjujung tinggi nilai adat dan berkesenian. Masyarakat Sumberan masih berkesenian seperti kerawitan, ketoprak, dan tari.

Erlina juga menjelaskan alasan Desa Sumberan sebagai tempat gelaran tahun ini karena mata air Sumberan memiliki kaitan dengan sejarah Pangeran Diponegoro.

"Nama Kirab Bregodo ini juga diambil dari sejarah dari mata air dan berkaitan dengan cerita salah satu perajurit Pangeran Diponegoro yang melarikan diri dan menemukan mata air tersebut," katanya.
Berkaitan dengan waktu pagelaranm Erlina menjelaskan karena 22 Maret merupakan Hari Air sedunia dan tema setiap tahun adalah air.

"Tahun lalu kita adakan di Banjar Royo karena memiliki kaitan dengan Sri Sultan, Hamengkubuwono ke IX, setiap tahunnya temanya adalah air. Di sini Air berkaitan dengan jiwa berkesenian,dan dinas memfasilitasi kesenian tersebut ,"jelasnya.

Dalam gelaran Kearifan Lokal ini, acara dimulai pada malam tanggal 11 Maret dengan Kenduri dan upacara pengambilan air dari 7 mata air. Acara dilanjutkan esok harinya dengan pembukaan acara, kerawitan dan panembromo Ibu ibu,tari tarian dari masyarakat Sumberan, ketoprak, kirab Bregodo dan gunungan, rayahan gunungan dan ditutup dengan jathilan. |Syidiq Syaiful Ardli|

back to top