Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Gas melon langka, karena antri pengisian

Gas melon langka, karena antri pengisian

Jogjakarta-KoPi| Selama ini masyarakat Jogajakarta merasa kesulitan mencari gas elpi8ji 3 Kg. Hal itu disinyalir karena kenaikan Peraturan Gubernur (pergub) No.3/2015.

Sehingga masyarakat cenderung memborong gas elpiji diluar kebtuhan biasanya. Ditambah dengan imbas Penetapan Harga Eceran Tertinggi Elpiji Tiga Kilogram banyak pengecer bermain harga.

Namun menurut alasan seksi pengawasan perdagangan dalam negeri Dinas Perindustrian, Yanto Aprianto menegaskan untuk pasokan di wilayah DIY aman dan cukup. Untuk keseluruhan elpiji di DIY sebanyak 27 juta gas elpiji.
“Utuk wilayah Jogja itu sudah cukup. Jogja di suplai dari SPBE Pertamina. Itu mengambil dari wilayah SPBE Cilacap dan Surabaya. Bila di sini (gas melon) merasa kurang, kemungkinan di sana antri pengisiannya”, papar Yanto.

Yanto menambahkan hal itu perlu dimaklumi pasalnya tangki pembawa elpiji juga mengantar banyak orderan ke daerah-darah.
Sementara untuk harga HET sebesar Rp 15.500 berlaku untuk pangkalan bagian pengecer yang utama. Pihak Dinas Perindustrian hanya mengawasi sebatas sampai pangkalan saja.

Adanya pengecer yang bermain dengan harga hingga mencapai batas HET Rp 15.500 sudah dikendalikan oleh pasar. Harga pasar kini telah mencapai Rp 20.000.
|Luthfia Lathifatul, Winda Efanur FS|





back to top