Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Gajah ini diracun sianida, untuk diambil gadingnya

Gajah ini diracun sianida, untuk diambil gadingnya

KoPi| Penjaga binatang di Zimbabwe telah menemukan sisa-sisa bangkai dari 26 gajah yang dibunuh oleh pemburu liar. Gajah-gajah itu diduga dibunuh dengan racun sianida. Hal ini merupakan modus baru pembunuhan gajah, untuk diambil taringnya.

Selain itu kematian gajah, juga ditemukan di dua lokasi terpisah di Hwange National Park. Sehingga total gajah yang tewas di wilayah tersebut sebanyak 40 ekor.

Dari kejadian ini pihak berwenang semakin meningkatkan patroli di taman nasional. Upaya membendung terjadinya pembunuhan gajah. Sementara suara vokal terus dilantangkan oleh para aktivis, pembunuhan gajah menjadi masalah besar yang harus diselesaikan oleh pemerintah.

Juru bicara taman nasional, Caroline Washaya Moyo mengatakan 14 gading ditemukan dari gajah-gajah yang diracun sianida.

Di sisi lain pendiri Bhejani Trust, Trevor Lane optimis adanya patroli yang semakin ketat akan menyulitkan pergerakan mereka. “Pemburu mungkin terganggu oleh penjaga berpatroli,” jelasnya.

Racun Sianida
Pekan lalu, lembaga taman melaporkan bahwa 14 ekor gajah diracun oleh sianida di dalam tiga insiden terpisah. Pada 2013, sebanyak 300 ekor gajah mati di taman Hwange setelah pemburu mencampurkan panci garam makanan gajah dengan sianida.

Sementara Menteri Lingkungan Hidup Oppah Muchinguri menyalahkan larangan olahraga berburu Amerika Serikat. 'Semua perburuan ini adalah karena kebijakan Amerika, mereka melarang olahraga berburu. 'Gajah dikenakan biaya $ 120.000 dalam olahraga berburu tapi turis membayar hanya $ 10 untuk melihat gajah yang sama, menambahkan uang dari olahraga berburu sangat penting dalam upaya konservasi," katanya. |www.dailymail.co.uk|Winda Efanur FS|

back to top