Menu
Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi| Gunung Merapi...

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran Persediaan Beras, Gula, dan Minyak Goreng di Yogyakarta Aman.

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran …

Jogja-KoPi| Perum Bulog d...

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Prev Next

Gabriel Gracia Marquez meninggal

Gabriel Gracia Marquez meninggal

Colombia-Kopi, Gabriel García Márquez , novelis Kolombia  " Seratus Tahun Kesunyian " ( One Hundred Years of Solitude) yang dinobatkan sebagai sastrawan terbesar abad ke-20 , meninggal pada hari Kamis (17/4/2014) di rumahnya di Mexico City  dalam usia 87 tahun.

Cristobal Pera , mantan editor di Random House , membenarkan kabar kematiannya . García Márquez menderita kanker getah bening pada tahun 1999. Salah satu saudaranya mengatakan pada tahun 2012 Gracia mulai mengalami kepikunan.


García Márquez , menerima Hadiah Nobel untuk Sastra tahun 1982 , menulis fiksi yang berakar dalam lanskap mitos Amerika Latin, tapi memiliki daya tarik universal. Buku-bukunya telah diterjemahkan ke dalam puluhan bahasa . Ia berada di antara daftar terpilih penulis kanonik, seperti Dickens , Tolstoy dan Hemingway .


García Márquez merupakan tokoh besar genre sastra yang dikenal sebagai realisme magis, di mana keajaiban dan kenyataan menjadi konvergen (bertemu). Di dalam kisah dan novelnya, ia menggambarkan badai kemarahan yang langgeng selama bertahun-tahun, bunga-bunga yang melayang dari langit, para tiran yang bertahan hidup selama berabad-abad, atau para imam yang melayang dan mayat gagal membusuk. Atau  tentang gairah asmara meskipun telah terpisah selama lima puluh tahun seperti tergambar dalam novel Love in the Time of Cholera .


Realisme magis, menurutnya, muncul dari sejarah Amerika Latin yang dicekam diktator kejam dan Revolusioner romantis, kelaparan yang masif dan menahun, penyakit dan kekerasan. Dalam pidato penerimaan Nobel, García Márquez mengatakan:


"Penyair dan pengemis, musisi dan para nabi, prajurit dan bajingan, semua makhluk itu realitas yang tak terkendali, kita mempertanyakannya tapi lemah berimajinasi. Untuk masalah krusial kami memiliki cara konvensional untuk membuat hidup kita dipercaya. "


Seperti kebanyakan intelektual dan seniman Amerika Latin, García Márquez merasa terdorong untuk berbicara tentang isu-isu politik zamannya. Dia memandang dunia dari perspektif kiri untuk menentang Jenderal Augusto Pinochet, diktator Chili, dan teguh mendukung Fidel Castro di Kuba. Castro menjadi teman dekat García Márquez .

back to top