Menu
UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Pemerintah Bantul Siap Dukung Kontes Robot Indonesia di UMY

Pemerintah Bantul Siap Dukung Konte…

Sleman-KoPi| Menjelang pe...

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media Sosial Bermunculan

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media…

Sleman-KoPi| Menjelang pi...

Prev Next

Fran/Fernando raih gelar kedua

Fran/Fernando raih gelar kedua

Mataram – KoPi| Jika di Tiongkok ada atlet berseragam sama dengan nama Luo Y dan Luo Y untuk Luo Ying/Luo Yu, maka PB Djarum memiliki Kurniawan F di dua jersey mereka. Mereka adalah Fran Kurniawan/Fernando Kurniawan. Kakak beradik ini sukses meraih gelar juara ganda putra di Djarum Sirkuit Nasional (Djarum Sirnas) Li Ning Nusa Tenggara Barat Open 2015 usai menang pada final Sabtu (31/10) malam.

Fran/Fernando berhadapan dengan ganda Pertamina Fastron Afiat Yuris Wirawan/Yohanes Rendy Sugiarto, Fran/Fernando dipaksa bermain rubber game. Menang 21-17 di game pembuka, Fran/Fernando sebenarnya sudah berada diatas angin di game kedua. Mereka sempat unggul 19-17, sayang kesalahan beruntun mereka lakukan dan akhirnya pertandingan harus diselesaikan dengan game ketiga usai kalah 20-22.

Di game penentu Fran/Fernando berhasil menekan sejak awal permainan. Mereka unggul 11-6, usai interval mereka semakin diatas angin, mereka pun menutup permainan dengan skor 21-14.

“Di game kedua kami sempat kendor, karena kadang-kadang Edo (panggilan Fernando – red) fokus permainannya hilang. Seharusnya Edo yang lebih muda bantu saya, tapi dia justru malah ikut permainan saya,” komentan Fran terhadap permainan di final.

“Tetapi beruntung di game ketiga kami bisa kembali fokus dan berani memaksakan permainan, untuk kedepannya semoga Edo bisa lebih fokus di setiap pertandingan dan juga bisa lebih siap lagi,” tambah Fran.

Ini adalah gelar kedua mereka setelah berhasil menjadi kampiun di Djarum Sirnas seri Yogyakarta. Setelah turnamen ini berakhir, Fran/Fernando akan kembali turun di seri kesembilan di Surabaya.

“Kami harus tetap menjaga performa permainan kami menghadapi Sirnas Surabaya, karena nanti akan jadi Sirnas terakhir yang kami ikuti. Kami selajutnya akan fokus ke Indonesian Masters Grand Prix Gold awal Desember nanti,” tambah atlet kelahiran Palembang.

Jaya Raya Jakarta sukses membawa pulang empat gelar juara, sementara itu Exist Jakarta berhasil membawa tiga gelar. Exist Jakarta pun bersama Banda Baru Batam yang bermain di ganda berhasil membawa dua gelar juara. Sedangkan PB Djarum, Mutiara Cardinal dan SKO Ragunan masing-masing membawa dua gelar juara. Sementara sisa gelar lainnya dibawa oleh Pelatprov Bali, Pelita Bakrie, Pertamina Fastron, dan Bintang Badminton Club yang masing-masing membawa pulang satu gelar.

back to top