Menu
Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredaran Tembakau Gorila di Yogyakarta.

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredara…

Sleman-kopi| Direktorat R...

Keamanan di Bandara Adi Sutjipto Ketat Dengan Terjunnya 29 Ekor Anjing Pelacak dan Body Scanner.

Keamanan di Bandara Adi Sutjipto Ke…

Sleman-KoPi| Komandan sat...

Prev Next

Let's Jazz Say No To Drugs!

Jazz jam session oleh Andri Wirawan di FJC Workshop Jazz jam session oleh Andri Wirawan di FJC Workshop
Surabaya – KoPi. Alunan musik jazz menghangatkan suasana malam di Favourite Eatery Cafe Surabaya. Sejumlah anggota Fusion Jazz Comunity (FJC), sebuah komunitas jazz di Kota Surabaya, menunjukkan skill mereka dalam mengaransemen lagu. Permainan jazz yang apik tersebut sontak mengundang tepuk tangan pengunjung kafe.
 

Selasa malam itu (11/11), FJC bukan sekedar memainkan jam session saja. Mereka mengadakan kegiatan edukasi yang disebut FJC Workshop. Tujuannya, agar membangkitkan semangat musisi jazz Surabaya agar sadar karya.

“Seorang musisi atau seniman itu akan dihargai dari karyanya. Selama ini teman-teman selalu bangga bisa mengkover lagu-lagu yang susah, bilang kalau jazz itu skillnya tinggi, dan segala macam. Padahal yang dihargai dari musisi itu bukan skill, tapi karya yang bisa dinikmati oleh penikmat musik. Bahkan seandainya kita sudah tua dan tidak bisa bermain lagi karya kita akan tetap dikenang dan abadi,” ujar Ucok, founder FJC.

Ucok menambahkan, FJC merupakan komunitas yang sangat positif. Setiap kegiatan mereka selalu menggandeng Badan Narkotika Nasional (BNN). BNN juga senada, selalu menggandeng FJC dalam banyak kegiatan. Menurut Ucok, pengarahan-pengarahan dari BNN akan menjadi benteng agar musisi jazz tidak macam-macam dan kegiatannya selalu positif. 

“Narkoba bisa membuat banyak kegiatan positif menjadi negatif. Padahal musisi bisa berkarya dan bermain bagus kalau bebas narkoba. Karena itu kita punya tagline yang sedang ngetop sekarang ini, yaitu Jazz Say No To Drugs,” tukas Ucok. Slogan itu juga menjadi tema kegiatan FJC di kampus-kampus Surabaya beberapa waktu lalu.

Saat ini musik jazz semakin digemari di negeri ini. Padahal beberapa tahun lalu, genre musik ini sempat sepi peminat. Belakangan musik ini semakin dilirik, apalagi dengan semakin sering diadakannya festival musik jazz. 

Ucok menambahkan, karya akan jadi bagus kalau punya pasar, dan pasar itu perlu wadah. Komunitas FJC ini akan menjadi wadah bagi para penikmat musik jazz. Menurutnya, FJC ini punya market yang sangat bagus, karena komunitas ini sudah punya lebih dari 8000 anggota di media sosial. 

Reporter: Amanullah Ginanjar Wicaksono

 

back to top