Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Let's Jazz Say No To Drugs!

Jazz jam session oleh Andri Wirawan di FJC Workshop Jazz jam session oleh Andri Wirawan di FJC Workshop
Surabaya – KoPi. Alunan musik jazz menghangatkan suasana malam di Favourite Eatery Cafe Surabaya. Sejumlah anggota Fusion Jazz Comunity (FJC), sebuah komunitas jazz di Kota Surabaya, menunjukkan skill mereka dalam mengaransemen lagu. Permainan jazz yang apik tersebut sontak mengundang tepuk tangan pengunjung kafe.
 

Selasa malam itu (11/11), FJC bukan sekedar memainkan jam session saja. Mereka mengadakan kegiatan edukasi yang disebut FJC Workshop. Tujuannya, agar membangkitkan semangat musisi jazz Surabaya agar sadar karya.

“Seorang musisi atau seniman itu akan dihargai dari karyanya. Selama ini teman-teman selalu bangga bisa mengkover lagu-lagu yang susah, bilang kalau jazz itu skillnya tinggi, dan segala macam. Padahal yang dihargai dari musisi itu bukan skill, tapi karya yang bisa dinikmati oleh penikmat musik. Bahkan seandainya kita sudah tua dan tidak bisa bermain lagi karya kita akan tetap dikenang dan abadi,” ujar Ucok, founder FJC.

Ucok menambahkan, FJC merupakan komunitas yang sangat positif. Setiap kegiatan mereka selalu menggandeng Badan Narkotika Nasional (BNN). BNN juga senada, selalu menggandeng FJC dalam banyak kegiatan. Menurut Ucok, pengarahan-pengarahan dari BNN akan menjadi benteng agar musisi jazz tidak macam-macam dan kegiatannya selalu positif. 

“Narkoba bisa membuat banyak kegiatan positif menjadi negatif. Padahal musisi bisa berkarya dan bermain bagus kalau bebas narkoba. Karena itu kita punya tagline yang sedang ngetop sekarang ini, yaitu Jazz Say No To Drugs,” tukas Ucok. Slogan itu juga menjadi tema kegiatan FJC di kampus-kampus Surabaya beberapa waktu lalu.

Saat ini musik jazz semakin digemari di negeri ini. Padahal beberapa tahun lalu, genre musik ini sempat sepi peminat. Belakangan musik ini semakin dilirik, apalagi dengan semakin sering diadakannya festival musik jazz. 

Ucok menambahkan, karya akan jadi bagus kalau punya pasar, dan pasar itu perlu wadah. Komunitas FJC ini akan menjadi wadah bagi para penikmat musik jazz. Menurutnya, FJC ini punya market yang sangat bagus, karena komunitas ini sudah punya lebih dari 8000 anggota di media sosial. 

Reporter: Amanullah Ginanjar Wicaksono

 

back to top