Menu
Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen Air Hujan

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen A…

Jogja-KoPi| Pakar Hidrolo...

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkatan Kompetitifitas Produk Agrikultur

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkat…

Bantul-KoPI|Pada tahun 20...

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

Oleh Moh. Mudzakkir(Dosen...

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi Swasta Sumbangkan Kaum Intelektual di Jatim

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi …

Surabaya-KoPi| Sebanyak 2...

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar Banyak Terserang Ispa

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar …

Lombok-KoPi| Sebanyak 30 ...

Prev Next

Finalis Puteri Indonesia Jawa Timur ini buat cara Reog tidak di klaim Malaysia lagi.

Finalis Puteri Indonesia Jawa Timur ini buat cara Reog tidak di klaim Malaysia lagi.
Surabaya-KoPi| Dalam pemilihan ajang Puteri Indonesia Jawa Timur pada Sabtu (19/12) masing-masing finalis menampilkan bentuk bakat yang dimilikinya, ada yang dengan tarian indahnya, ada yang dengan tarikan suaranya, dan beragam bakat yang dimiliki lainnya.
 

Sepuluh Finalis Puteri Indonesia ini memperebutkan kursi ajang pemilihan Puteri Indonesia yang mewakili Jawa Timur. 

"Bisa kita lihat sendiri, ada finalis yang memiliki bakat dari dalam dirinya, ada yang dibuat-buat hanya untuk mengikuti ajang ini," ujar Dewi Maharani selaku pembina IAPI (Ikatan Alumni Puteri indonesia)

Menurut Maharani, malam ini merupakan penentuan Puteri Indonesia Berbakat. "Juri akan memilih benar benar berdasarkan bakat yang dimilikinya, sebab menjadi seorang Puteri Indonesia dibutuhkan kecantikan dalam yang meliputi sisi kecerdasan dan pengetahuan, penampilan diri, dan kualitas komunikasi," lanjutnya kepada KoPi.

Yasmin, salah satu finalis Puteri indonesia Jawa Timur asal Ponorogo ini memberikan tari Reog yang dibuatnya sendiri. Apresiasi para juri terhadap karya Yasmin terlihat dari komentar-komentar positif yang diberikannya.

"Saya menciptakan tarian ini sendiri, saya aransemen lagu bersama dengan beberapa seniman Ponorogo dan saya membuat kostumnya juga sendiri," ujarnya di atas panggung.

Menurut pengakuannya,Yasmin telah menari sejak di bangku SMP. Saat ditanya oleh salah satu juri mengenai alasan dibalik tariannya, Yasmin menjawab dengan tegas dan membuat bergidik satu ruangan.

"Saya ingin kembali memperkenalkan dan membudidayakan Tarian Reog, maka saya buat sendiri tarian ini supaya lebih mengesankan. Ini supaya Malaysia tidak kembali mengklaim tarian yang jelas-jelas milik Indonesia," ujarnya di atas panggung dan langsung medapat tepukan tangan dari audiens.

Maharani turut memberikan komentar dengan alasan Yasmin berjuang untuk tarian Indonesia. "Itulah kegiatan positif dari ajang pemilihan Puteri Indonesia Jawa Timur ini, sebab ini merupakan upaya untuk menarik kreatifitas anak muda untuk bisa membanggakan Indonesia," tuturnya.

Pada Minggu malam (20/12) babak final Puteri Indonesia akan diselenggarakan di Hotel Pullman Surabaya. "Pengumuman Finalis dan Puteri Berbakat akan diumumkan besok malam. Tentunya ini menjadi hal yang sangat ditunggu-tunggu," tutup Maharani.

back to top