Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Finalis Puteri Indonesia Jawa Timur ini buat cara Reog tidak di klaim Malaysia lagi.

Finalis Puteri Indonesia Jawa Timur ini buat cara Reog tidak di klaim Malaysia lagi.
Surabaya-KoPi| Dalam pemilihan ajang Puteri Indonesia Jawa Timur pada Sabtu (19/12) masing-masing finalis menampilkan bentuk bakat yang dimilikinya, ada yang dengan tarian indahnya, ada yang dengan tarikan suaranya, dan beragam bakat yang dimiliki lainnya.
 

Sepuluh Finalis Puteri Indonesia ini memperebutkan kursi ajang pemilihan Puteri Indonesia yang mewakili Jawa Timur. 

"Bisa kita lihat sendiri, ada finalis yang memiliki bakat dari dalam dirinya, ada yang dibuat-buat hanya untuk mengikuti ajang ini," ujar Dewi Maharani selaku pembina IAPI (Ikatan Alumni Puteri indonesia)

Menurut Maharani, malam ini merupakan penentuan Puteri Indonesia Berbakat. "Juri akan memilih benar benar berdasarkan bakat yang dimilikinya, sebab menjadi seorang Puteri Indonesia dibutuhkan kecantikan dalam yang meliputi sisi kecerdasan dan pengetahuan, penampilan diri, dan kualitas komunikasi," lanjutnya kepada KoPi.

Yasmin, salah satu finalis Puteri indonesia Jawa Timur asal Ponorogo ini memberikan tari Reog yang dibuatnya sendiri. Apresiasi para juri terhadap karya Yasmin terlihat dari komentar-komentar positif yang diberikannya.

"Saya menciptakan tarian ini sendiri, saya aransemen lagu bersama dengan beberapa seniman Ponorogo dan saya membuat kostumnya juga sendiri," ujarnya di atas panggung.

Menurut pengakuannya,Yasmin telah menari sejak di bangku SMP. Saat ditanya oleh salah satu juri mengenai alasan dibalik tariannya, Yasmin menjawab dengan tegas dan membuat bergidik satu ruangan.

"Saya ingin kembali memperkenalkan dan membudidayakan Tarian Reog, maka saya buat sendiri tarian ini supaya lebih mengesankan. Ini supaya Malaysia tidak kembali mengklaim tarian yang jelas-jelas milik Indonesia," ujarnya di atas panggung dan langsung medapat tepukan tangan dari audiens.

Maharani turut memberikan komentar dengan alasan Yasmin berjuang untuk tarian Indonesia. "Itulah kegiatan positif dari ajang pemilihan Puteri Indonesia Jawa Timur ini, sebab ini merupakan upaya untuk menarik kreatifitas anak muda untuk bisa membanggakan Indonesia," tuturnya.

Pada Minggu malam (20/12) babak final Puteri Indonesia akan diselenggarakan di Hotel Pullman Surabaya. "Pengumuman Finalis dan Puteri Berbakat akan diumumkan besok malam. Tentunya ini menjadi hal yang sangat ditunggu-tunggu," tutup Maharani.

back to top