Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Final Copa America: Motivasi kuat meraih gelar juara

Final Copa America: Motivasi kuat meraih gelar juara
KoPi | Final Copa America 2015 yang mempertemukan antara Chile melawan Argentina Sabtu (4/7) malam waktu setempat (di Indonesia Minggu (5/7) dinihari) akan menjadi laga menarik. Tuan rumah Chile belum pernah memenangkan gelar dalam sejarah Copa selama 99 tahun. Sedangkan Argentina sudah 22 tahun tanpa mengangkat trofi besar.

Sang kampiun akan merayakan prestasi bersejarah, sedangakan pecundang akan bertanya-tanya berapa lama lagi puasa gelar akan bertahan. Oleh sebab itu kedua tim punya motivasi yang kuat untuk bisa menang.

Kemenangan Argentina akan sangat berarti bagi sang kapten, Lionel Messi. Messi selama ini dikritik karena kemandulan gelar bersama timnas senior, sedangkan bersama klubnya Barcelona ia begitu bergelimang gelar. Maka final ini bisa jadi pembuktian bagi Messi.

Sebenarnya Argentina nyaris meraih trofi besar ketika mencapai final Piala Dunia 2014 di Brasil. Namun kekalahan 1-0 dari Jerman di waktu tambahan, membuat Messi dkk gigit jari.

“Kami begitu gigih,” kata gelandang bertahan Argentina Javier Mascherano, seperti ditulis di The Jakarta Post. “Kami terus berusaha untuk memenangkan gelar. Mudah-mudahan, itu akan terjadi pada hari Sabtu.”

Jika itu terjadi, Argentina akan memenangkan 15 trofi Copa America, menyamai raihan Uruguay.

Bagi Chile, menjadi tuan rumah dan menjuarainya adalah misi.

“Bagi banyak orang, cukup untuk mencapai final. Apa yang bisa lebih baik daripada memenangkan Copa America di negara sendiri?” kata kiper sekaligus kapten Chile, Claudio Bravo.

Chile memang memiliki pemain generasi emas. Pelatih Jorge Sampaoli memimpin tim yang dihuni duo Juventus Arturo Vidal dan Mauricio Isla, striker Arsenal Alexis Sanchez, striker Napoli Eduardo Vargas, gelandang bertahan Inter Milan Gary Medel, gelandang serang Fiorentina Matias Fernandez, dan playmaker Palmeiras Jorge Valdivia.

“Kami tidak takut. Kata ‘takut’ belum diucapkan oleh rekan tim saya. Ini adalah sesuatu yang hanya (media) bicarakan,” lanjut Bravo.

Chile akan tampil tanpa bek Gonzalo Jara, yang diskors dari turnamen setelah memprovokasi striker Uruguay Edinson Cavani dengan menyodok bagian belakang di perempat final.

Pelatih Argentina Gerardo Martino mungkin ‘hanya’ tidak dapat mengandalkan bek Ezequiel Garay, yang telah merawat penyakit perut.

Lantas siapakah yang akan memenangi laga dan menyandang status tim terbaik di Amerika Selatan? Menarik untuk ditunggu. | Aditya Wicaksana WP

back to top