Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredaran Tembakau Gorila di Yogyakarta.

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredara…

Sleman-kopi| Direktorat R...

Prev Next

Final Copa America: Motivasi kuat meraih gelar juara

Final Copa America: Motivasi kuat meraih gelar juara
KoPi | Final Copa America 2015 yang mempertemukan antara Chile melawan Argentina Sabtu (4/7) malam waktu setempat (di Indonesia Minggu (5/7) dinihari) akan menjadi laga menarik. Tuan rumah Chile belum pernah memenangkan gelar dalam sejarah Copa selama 99 tahun. Sedangkan Argentina sudah 22 tahun tanpa mengangkat trofi besar.

Sang kampiun akan merayakan prestasi bersejarah, sedangakan pecundang akan bertanya-tanya berapa lama lagi puasa gelar akan bertahan. Oleh sebab itu kedua tim punya motivasi yang kuat untuk bisa menang.

Kemenangan Argentina akan sangat berarti bagi sang kapten, Lionel Messi. Messi selama ini dikritik karena kemandulan gelar bersama timnas senior, sedangkan bersama klubnya Barcelona ia begitu bergelimang gelar. Maka final ini bisa jadi pembuktian bagi Messi.

Sebenarnya Argentina nyaris meraih trofi besar ketika mencapai final Piala Dunia 2014 di Brasil. Namun kekalahan 1-0 dari Jerman di waktu tambahan, membuat Messi dkk gigit jari.

“Kami begitu gigih,” kata gelandang bertahan Argentina Javier Mascherano, seperti ditulis di The Jakarta Post. “Kami terus berusaha untuk memenangkan gelar. Mudah-mudahan, itu akan terjadi pada hari Sabtu.”

Jika itu terjadi, Argentina akan memenangkan 15 trofi Copa America, menyamai raihan Uruguay.

Bagi Chile, menjadi tuan rumah dan menjuarainya adalah misi.

“Bagi banyak orang, cukup untuk mencapai final. Apa yang bisa lebih baik daripada memenangkan Copa America di negara sendiri?” kata kiper sekaligus kapten Chile, Claudio Bravo.

Chile memang memiliki pemain generasi emas. Pelatih Jorge Sampaoli memimpin tim yang dihuni duo Juventus Arturo Vidal dan Mauricio Isla, striker Arsenal Alexis Sanchez, striker Napoli Eduardo Vargas, gelandang bertahan Inter Milan Gary Medel, gelandang serang Fiorentina Matias Fernandez, dan playmaker Palmeiras Jorge Valdivia.

“Kami tidak takut. Kata ‘takut’ belum diucapkan oleh rekan tim saya. Ini adalah sesuatu yang hanya (media) bicarakan,” lanjut Bravo.

Chile akan tampil tanpa bek Gonzalo Jara, yang diskors dari turnamen setelah memprovokasi striker Uruguay Edinson Cavani dengan menyodok bagian belakang di perempat final.

Pelatih Argentina Gerardo Martino mungkin ‘hanya’ tidak dapat mengandalkan bek Ezequiel Garay, yang telah merawat penyakit perut.

Lantas siapakah yang akan memenangi laga dan menyandang status tim terbaik di Amerika Selatan? Menarik untuk ditunggu. | Aditya Wicaksana WP

back to top