Menu
Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen Air Hujan

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen A…

Jogja-KoPi| Pakar Hidrolo...

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkatan Kompetitifitas Produk Agrikultur

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkat…

Bantul-KoPI|Pada tahun 20...

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

Oleh Moh. Mudzakkir(Dosen...

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi Swasta Sumbangkan Kaum Intelektual di Jatim

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi …

Surabaya-KoPi| Sebanyak 2...

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar Banyak Terserang Ispa

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar …

Lombok-KoPi| Sebanyak 30 ...

Prev Next

Final Copa America: Motivasi kuat meraih gelar juara

Final Copa America: Motivasi kuat meraih gelar juara
KoPi | Final Copa America 2015 yang mempertemukan antara Chile melawan Argentina Sabtu (4/7) malam waktu setempat (di Indonesia Minggu (5/7) dinihari) akan menjadi laga menarik. Tuan rumah Chile belum pernah memenangkan gelar dalam sejarah Copa selama 99 tahun. Sedangkan Argentina sudah 22 tahun tanpa mengangkat trofi besar.

Sang kampiun akan merayakan prestasi bersejarah, sedangakan pecundang akan bertanya-tanya berapa lama lagi puasa gelar akan bertahan. Oleh sebab itu kedua tim punya motivasi yang kuat untuk bisa menang.

Kemenangan Argentina akan sangat berarti bagi sang kapten, Lionel Messi. Messi selama ini dikritik karena kemandulan gelar bersama timnas senior, sedangkan bersama klubnya Barcelona ia begitu bergelimang gelar. Maka final ini bisa jadi pembuktian bagi Messi.

Sebenarnya Argentina nyaris meraih trofi besar ketika mencapai final Piala Dunia 2014 di Brasil. Namun kekalahan 1-0 dari Jerman di waktu tambahan, membuat Messi dkk gigit jari.

“Kami begitu gigih,” kata gelandang bertahan Argentina Javier Mascherano, seperti ditulis di The Jakarta Post. “Kami terus berusaha untuk memenangkan gelar. Mudah-mudahan, itu akan terjadi pada hari Sabtu.”

Jika itu terjadi, Argentina akan memenangkan 15 trofi Copa America, menyamai raihan Uruguay.

Bagi Chile, menjadi tuan rumah dan menjuarainya adalah misi.

“Bagi banyak orang, cukup untuk mencapai final. Apa yang bisa lebih baik daripada memenangkan Copa America di negara sendiri?” kata kiper sekaligus kapten Chile, Claudio Bravo.

Chile memang memiliki pemain generasi emas. Pelatih Jorge Sampaoli memimpin tim yang dihuni duo Juventus Arturo Vidal dan Mauricio Isla, striker Arsenal Alexis Sanchez, striker Napoli Eduardo Vargas, gelandang bertahan Inter Milan Gary Medel, gelandang serang Fiorentina Matias Fernandez, dan playmaker Palmeiras Jorge Valdivia.

“Kami tidak takut. Kata ‘takut’ belum diucapkan oleh rekan tim saya. Ini adalah sesuatu yang hanya (media) bicarakan,” lanjut Bravo.

Chile akan tampil tanpa bek Gonzalo Jara, yang diskors dari turnamen setelah memprovokasi striker Uruguay Edinson Cavani dengan menyodok bagian belakang di perempat final.

Pelatih Argentina Gerardo Martino mungkin ‘hanya’ tidak dapat mengandalkan bek Ezequiel Garay, yang telah merawat penyakit perut.

Lantas siapakah yang akan memenangi laga dan menyandang status tim terbaik di Amerika Selatan? Menarik untuk ditunggu. | Aditya Wicaksana WP

back to top