Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Filipina dulang pengalaman di arena Djarum Sirnas Premier

Filipina dulang pengalaman di arena Djarum Sirnas Premier

Jakarta-KoPi| GOR Asia Afrika, Senayan sudah dipenuhi berbagai pertandingan seru di hari kedua penyelenggaraan Djarum Sirkuit Nasional (Djarum Sirnas) Premier Li Ning Jakarta Open 2016. Peserta pun tak hanya datang dari tanah air, tetapi 14 diantaranya datang dari Filipina. Rombongan Filipina pun dipimpin oleh Paulus Firman, mantan pelatih ganda putri Indonesia.

Paulus mulai melatih atlet-atlet di Filipina sejak 2014 silam, satu tahun setelah dirinya mengundurkan diri dari Pelatnas. “Sebelum ke Filipina, di tahun 2013 saya sempat melatih Malaysia, setelah itu baru di tahun 2014 sampai sekarang melatih di Manila,” ujar Paulus.

Tak seperti di Indonesia dimana bulutangkis sudah menjadi olah raga yang populer setelah sepak bola, di Filipina, masyarakatnya lebih mencintai basket. Berbagai rintangan pun dihadapi Paulus untuk bisa mengembangkan bulutangkis di sana.

“Di sana orang tua masih lebih menginginkan anaknya untuk sekolah, boleh bulutangkis tapi sekolah tetap nomor satu. Karena di sana kan bulutangkis tidak begitu populer, jadi masih banyak yang ragu untuk terjun 100% di bulutangkis. Tidak seperti di Indonesia, mungkin kalau di Indonesia bulutangkis sangat populer, kalau disana basket. Jadi basket itu seperti bulutangkis di Indonesia,” ceritanya.

Di arena Djarum Sirnas Premier di Jakarta kali ini pun, Paulus menuturkan membawa 14 atlet-atlet terbaiknya mulai dari pemula hingga dewasa. Tapi ia pun mengaku tak mematok target bagi anak didiknya.

“Beberapa dari atlet pernah berlatih di Indonesia, dan juga pernah ikut turnamen di sini. Jadi kami sudah tahu kualitas dan bagaimana persaingan di sini. Tujuan utama kami ya agar mereka bisa mencari pengalaman dan turnamen ini pun akan bersambung dengan turnamen lainnya. Ini menjadi keuntungan bagi kami, karena dalam dua minggu di satu negara bisa ikut dua turnamen,” lanjutnya.

Sayang, salah satu anak didiknya di nomor tunggal pemula putra, Jewel Angelo Albo harus menyerah ditangan Damas Mawardi Putra dari CWIBC pada laga Selasa (3/5) siang. Tapi Jewel tak menyerah begitu saja, ia berhasil bertarung ketat dalam drama tiga game sebelum menyerah 21-11, 14-21, dan kalah tipis 19-21 di game penutup.

back to top