Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

FGD Revisi RUU No 16 1992 tentang Karantina Hewan di UGM

FGD Revisi RUU No 16 1992 tentang Karantina Hewan di UGM

Jogjakarta-KoPi| Fakultas Kehutanan UGM mengadakan FGD revisi Rancangan Undang-Undang No 16 Tahun 1992 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan.

Dalam aplikasinya UU Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan saat ini memiliki banyak kekurangan. Kelemahan terletak pada konten produk perundangan yang tidak sesuai dengan tantangan globalisasi.

Untuk mencapai diskusi yang insentif turut hadir dalam jaring FGD pendapat RUU Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan ini, Tim dari Komisi IV DPR RI, Drs. H. Multazam dan Titik Soeharto.

Dekan Fakultas Kehutanan, Dr. Satyawan Pudyatmoko mengharapkan jaring pendapat revisi RUU Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan akan menjawab persoalan seputar RUU Karantina.

"Revisi UU No 16 Tahun 1992 ini bila disahkan nanti menjadi UU yang memperkuat fungsi Badan Karantina Nasional yang berada di bawah pengawasan Presiden secara lansung," tutur Dr. Satyawan saat sambutan FGD RUU Karantina, Ikan dan Hewan di Auditorium Fakultas Kehutanan UGM pukul 11.00 Wib.

Pasalnya selama ini kinerja Badan Karatina terbagi dalam dua lembaga yakni Pemeriksaaan Karantina Pertanian dan Karantina Ikan.

Sehingga untuk optimalisasi karantina sangat perlu adanya Badan Karantina Nasional.

Seperti yang disampaikan oleh Prof. Drh. Widya Asmara dari Fakultas Kedokteran Hewan UGM, " Hal ini masuk kewenangan karantina hewan, ini masuk karantina tumbuhan jadi adanya saling lempar, maka sangat perlu Badan Karantina Nasional yang terintegrasikan."|Winda Efanur FS|

 

back to top