Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Festival Malioboro 2015 tingkatkan wisatawan Jogja

salah satu pertunjukan seni di Festival Malioboro 2015 salah satu pertunjukan seni di Festival Malioboro 2015

Jogjakarta-KoPi| Selama tiga hari sejak tanggal 24-26 Juli Dinas pariwisata DIY menggelar Festival Malioboro 2015 di Monumen Serangan Oemoem 1 Maret. Festival Malioboro 2015 menampilkan pertunjukan seni seperti tarian etnik Indonesia dan fashion show. Bahkan untuk acara puncak Minggu, 26 Juli spesial penampilan Seventeen band dan Symphony Indonesia.

Menurut Kepala Dinas Pariwisata DIY, Aris Riyanta menuturkan Festival Malioboro 2015 upaya mempromosikan kota Jogjakarta melalui ikon Malioboro. “ Malioboro sebagai ikon kota Jogja semua orang yang ke Jogja pasti ke Malioboro. Malioboro menjadi tempat jual beli aneka cinderamata, pernak-pernik dan aneka barang pedagang kaki lima”, papar Aris saat pembukaan Festival Malioboro 2015 kemarin malam pukul 20.30 Wib.

Secara terpisah Kepala Seksi Promosi Dinas Pariwisata DIY, Putu Kertiyasa menerangkan hadirnya Festival Malioboro 2015 meningkatkan pengunjung ke Malioboro. Adanya ekspo menjadi daya tarik pengunjung. Terutama ekspo dengan stand batu mulia dan akik.

“ Destinasi wisatawan beragam kalau mancanegara tertarik pada pertunjukan seninya. Selain itu yang membuat meriah adanya lomba lesehan untuk mengenalkan kuliner lesehan Jogjakarta”, jelas Putu saat ditemui di kantor Dinpar siang tadi pukul 14.00 Wib.

Putu juga menambahkan Dinpar memiliki komitmen untuk semakin memajukan wisata Jogjakarta. Dinpar berupaya untuk membuka potensi wisata sesuai spesifikasi potensi masing-masing daerah.

“ Wisatawan Malioboro akan terkesan monoton, adanya event salah satu untuk menarik wisatawan. Sementara untuk pengembangan wisata kita terus mempromosikan objek wisata di Jogja. Pengambangan dengan spesifikasi Sleman untuk wisata edukasi, Kulonprogo untuk bisnis dan Gunung Kidul wisata alam”, papar Putu. |Winda Efanur FS|

back to top