Menu
Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran Soprema 2018

Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran…

Jogja-KoPi| Kegiatan Inku...

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY Adakan Lomba Jemparingan

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY…

Jogja-KoPi| Universitas A...

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​Web-Professional Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​…

Yogyakarta, 25 September ...

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo Ingatkan Dua Fungsi Sekda

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo I…

Surabaya-KoPi| Sesuai UU ...

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi Paham Radikal

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi …

 JogjaKoPi| Kepala B...

Bupati dan Walikota Harus Mengacu dengan Visi Misi Presiden

Bupati dan Walikota Harus Mengacu d…

Surabaya-KoPi| Bupati dan...

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis Soprema 2018 untuk Sociopreneur Muda dari 16 Provinsi Indonesia

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis S…

Jogja-KoPi| Rangkaian gel...

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi Bisa Dilatih

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi …

Jogja-KoPi| Pakar Manajem...

Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Prev Next

Festival kucing domestik, kampanye kesejahteraan kucing

Festival kucing domestik, kampanye kesejahteraan kucing

Jogjakarta-KoPi| Menyambut ulang tahun Kota Jogjakarta yang ke-259 UPT Poliklinik hewan mengadakan Festival Kucing dan kelinci Domestik. Festival akan berlangsung pada Ahad, 4 Oktober 2015 bertempat di Pasar Ikan Higienis Jl. Tegalturi, Giwangan.

Kepala UPT Poliklinik Hewan, drh. Sri Pangarti menjelaskan festival meliputi rangkaian acara kontes kucing, pengobatan cacing dan konsultasi gratis serta pameran bazar komunitas.

Festival ini khusus ditujukan pada kucing lokal. Dengan kategori lomba kucing jowo sehat, kucing jowo manis, kucing jowo campuran riwug manis dan manis, dan kucing jowo campuran cepak manis dan sehat.

Selain itu, drh. Sri mengungkapkan kontes kucing bertujuan mengkampanyekan kucing lokal kepada masyarakat. Selama ini masyarakat merasa khawatir dengan kucing lokal, yang dinilai kotor dan berpenyakit. Padahal dibandingkan kucing ras, kucing lokal lebih bermanfaat.

"Kucing lokal berguna menjaga rantai ekosistem dengan memakan tikus," tutur drh. Sri.

Hal senada juga diungkap oleh Wakil Ketua UPT. Klinik Hewan drh. Haris Darmawan miris dengan banyaknya kucing lokal yang mati ditembak masyarakat.

" Festival ini sekaligus menjadi kampanye kepada masyatakat, peduli kesejahteraan hewan agar tidak membunuh hewan sesukanya," jelas drh. Haris.

Festival kucing dan kelinci domestik ini memperebutkan piala Ibu Walikota. Total hadiah Rp 11 juta. Setiap peserta dikenakan biaya pendaftaran sebesar Rp 25 ribu. Tempat pendaftaran UPT. Poliklinik Hewan. |Winda Efanur FS|

back to top