Menu
Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran Soprema 2018

Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran…

Jogja-KoPi| Kegiatan Inku...

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY Adakan Lomba Jemparingan

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY…

Jogja-KoPi| Universitas A...

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​Web-Professional Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​…

Yogyakarta, 25 September ...

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo Ingatkan Dua Fungsi Sekda

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo I…

Surabaya-KoPi| Sesuai UU ...

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi Paham Radikal

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi …

 JogjaKoPi| Kepala B...

Bupati dan Walikota Harus Mengacu dengan Visi Misi Presiden

Bupati dan Walikota Harus Mengacu d…

Surabaya-KoPi| Bupati dan...

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis Soprema 2018 untuk Sociopreneur Muda dari 16 Provinsi Indonesia

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis S…

Jogja-KoPi| Rangkaian gel...

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi Bisa Dilatih

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi …

Jogja-KoPi| Pakar Manajem...

Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Prev Next

Festival Kethoprak antar kabupaten/kota 2014

Festival Kethoprak antar kabupaten/kota  2014

Yogyakarta- KoPi- Ketoprak merupakan salah satu bentuk kesenian tradisi yang masuk dalam kategori teater tradisi yang mempunyai kedekatan dengan masyarakat pendukungnya. Sebagai bentuk pelestarian ketoprak, sekaligus mengangkat ikon seni budaya Yogyakarta yang mencitrakan diri sebagai seni budaya Mataram, Taman Budaya Yogyakarta (TBY) bekerjasama dengan kabupaten dan kota Yogyakarta akan menggelar Festival Ketoprak antar kabupaten/kota se-DIY, 18-19 November 2014 di Gedung Concert Hall Kompleks Taman Budaya Yogyakarta, Jl Sriwedani No 1 Yogyakarta.

Menurut Ketua Panitia Festival Ketoprak 2014, Wasdiyanta, tujuan digelarnya festival kethoprak ini dimaksudkan untuk  menyediakan ruang aktrualisasi diri bagi generasi muda ketoprak di daerah, mengukur tingkat pengembangan dan kreativitas dari masing-masing daerah, menjadi tolok ukur sekaligus pertanggungjawaban seniman pada masyarakat. "

Selain itu festival ini juga untuk menampilkan hiburan membumi serta pesan moral pada masyarakat, serta memetakan kembali hubungan timbal balik ketoprak dan masyarakat. Setiap peserta menampilkan roh ketoprak sebagai ciri ketoprak konvensional wajib disertakan dalam penggarapan antara lain: Keprak, Tembang, Solah Bawa atau Unggah-ungguh, Karawitan Jawa, " ungkap Wasdiyanta.

Berikut ini adalah jadwal pementasan ketoprak dalam Festival Ketoprak 2014. Kontingen Kabupaten Gunungkidul akan mengawali pementasan pada 18 Selain itu Kontingen Kota Yogyakarta bakal tampil dengan mengangkat lakon "Pangeran Raditya" serta Kontingen Kabupaten Bantul menampilkan garapan lakon "Asoka".

Pada tanggal 19 November 2014, naskah berjudul "Kidung Ing Saradan" akan dibawakan oleh kontingen Kabupaten Kulonprogo, sedangkan Kontingen Kabupaten Sleman akan membawakan garapan berjudul "Luluh".

"Kegiatan Festivial Kethoprak ini meruapakan agenda rutian yang digelar setiap setahun sekali oleh Taman Budaya Yogyakarta, dan sumber pendanaan kegiataan ini dari APBD DIY, " ungkap Wasdiyanta. Bertindak selaku juri festival ini : Widayat, Indra Tranggono, Marwoto Kawer, dan Drs. Susilo Nugroho (Den Baguse Ngarso). (*)

back to top