Menu
Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Prev Next

Festival Kethoprak antar kabupaten/kota 2014

Festival Kethoprak antar kabupaten/kota  2014

Yogyakarta- KoPi- Ketoprak merupakan salah satu bentuk kesenian tradisi yang masuk dalam kategori teater tradisi yang mempunyai kedekatan dengan masyarakat pendukungnya. Sebagai bentuk pelestarian ketoprak, sekaligus mengangkat ikon seni budaya Yogyakarta yang mencitrakan diri sebagai seni budaya Mataram, Taman Budaya Yogyakarta (TBY) bekerjasama dengan kabupaten dan kota Yogyakarta akan menggelar Festival Ketoprak antar kabupaten/kota se-DIY, 18-19 November 2014 di Gedung Concert Hall Kompleks Taman Budaya Yogyakarta, Jl Sriwedani No 1 Yogyakarta.

Menurut Ketua Panitia Festival Ketoprak 2014, Wasdiyanta, tujuan digelarnya festival kethoprak ini dimaksudkan untuk  menyediakan ruang aktrualisasi diri bagi generasi muda ketoprak di daerah, mengukur tingkat pengembangan dan kreativitas dari masing-masing daerah, menjadi tolok ukur sekaligus pertanggungjawaban seniman pada masyarakat. "

Selain itu festival ini juga untuk menampilkan hiburan membumi serta pesan moral pada masyarakat, serta memetakan kembali hubungan timbal balik ketoprak dan masyarakat. Setiap peserta menampilkan roh ketoprak sebagai ciri ketoprak konvensional wajib disertakan dalam penggarapan antara lain: Keprak, Tembang, Solah Bawa atau Unggah-ungguh, Karawitan Jawa, " ungkap Wasdiyanta.

Berikut ini adalah jadwal pementasan ketoprak dalam Festival Ketoprak 2014. Kontingen Kabupaten Gunungkidul akan mengawali pementasan pada 18 Selain itu Kontingen Kota Yogyakarta bakal tampil dengan mengangkat lakon "Pangeran Raditya" serta Kontingen Kabupaten Bantul menampilkan garapan lakon "Asoka".

Pada tanggal 19 November 2014, naskah berjudul "Kidung Ing Saradan" akan dibawakan oleh kontingen Kabupaten Kulonprogo, sedangkan Kontingen Kabupaten Sleman akan membawakan garapan berjudul "Luluh".

"Kegiatan Festivial Kethoprak ini meruapakan agenda rutian yang digelar setiap setahun sekali oleh Taman Budaya Yogyakarta, dan sumber pendanaan kegiataan ini dari APBD DIY, " ungkap Wasdiyanta. Bertindak selaku juri festival ini : Widayat, Indra Tranggono, Marwoto Kawer, dan Drs. Susilo Nugroho (Den Baguse Ngarso). (*)

back to top