Menu
Mahasiswa UGM Inovasikan Produk Senyawa Atasi Limbah Tambang

Mahasiswa UGM Inovasikan Produk Sen…

Sleman-KoPi| Tim mahasisw...

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letusan Efusif Yang Aman.

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letu…

Jogja-KoPi| Kepala Balai ...

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di Proses Magmatisnya.

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di…

Jogja-KoPi| Balai Penyeli...

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Prev Next

Festival sholawat 2015 populerkan lagu nasyid

Festival sholawat 2015 populerkan lagu nasyid

Jogjakarta-KoPi |Dalam meramaikan bulan suci Ramadhan komunitas Angkatan Langgar Kyai Ahmad Dahlan menggelar festival sholawat se-DIY. Acara ini terbagi dalam dua bentuk, pertama lomba nasyid pada hari Selasa 14 Juli 2015 dan acara bakti sosial pada hari Kamis 16 Juli 2015. Untuk lomba nasyid digelar di pelataran Masjid Gedhe kauman berlangsung dari pukul 09.00-15.00.

Menurut penanggung jawab acara Alfan setiawan festifal sholawat 2015 upaya untuk mengkampanyekan dan mempolpulerkan lagu nasyid. Selama ini Alfan memandang lagu nasyid kalah peminat dibandingkan dengan lagu pop lainnya.

Konsep lagu nasyid yang diperlombakan bertema bebas asalkan bernuansa lagu Islam. Alat musiknya pun tidak terpatok pada musik klasik acapella namun bebas bisa menggunakan alat musik modern lainnya.

“ Persyaratannya setiap grup terdiri dari tiga orang, mereka bebas membwa lagu jenis apa yang penting islami”, papar Alfan.

Peserta festival campuran terdiri dari 15 grup berasal dari sekolah, takmir masjid dan universitas. Peserta termuda dari siswa SMP dan tertua dari universitas.

Ke-15 grup ini akan memperebutkan juara 1,2,dan 3 serta juara harapan 1,2,dan 3. Untuk juara pertama akan mendapatkan piala gubernur an uang pembinaan sebesar Rp 3 juta. Juara dua mendapat piala wakil gubernur dan uang pembinaan Rp 2,5 juta serta juara 3 mendapat piala dari kepada Dinas Kebudayaan DIY dan uang sebesar Rp 2 juta. |Winda Efanur FS|

back to top