Menu
Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredaran Tembakau Gorila di Yogyakarta.

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredara…

Sleman-kopi| Direktorat R...

Keamanan di Bandara Adi Sutjipto Ketat Dengan Terjunnya 29 Ekor Anjing Pelacak dan Body Scanner.

Keamanan di Bandara Adi Sutjipto Ke…

Sleman-KoPi| Komandan sat...

Prev Next

FDA, standar pangan internasional Pupuk ZA aman

FDA, standar pangan internasional Pupuk ZA aman

Sleman-KoPi|Kasus nata de coco telah menjadi perbincangan nasional. Para pakar dan pihak merasa terlibat masing-masing beradu argumentasi tentang keamanannya. Menurut petani nata, penggunaan pupuk ZA di dalam proses pembuatan nata de coco hanya sebagai unsur untuk mengembangbiakan bakteri.

Hal itu juga dikuatkan oleh pernyataan dari konsultan produksi nata de coco Rahmad Agus Koto. S.si. Dia memaparkan peran ZA dalam nata de coco. ZA, singkatan dari Zwavelzure Ammoniak, berasal dari bahasa Belanda yang berarti Ammonium Sulfat ((NH4)2SO4), 21% Nitrogen dan 24 % Sulfat.

Senyawa garam anorganik berbentuk kristal pada suhu ruang, larut dalam air yang “pecah” menjadi ion ammonium (NH4+) dan ion sulfat (SO4−2 ).

Dalam proses pembuatan nata de coco dari air kelapa tua, ZA ditambahkan sebanyak 3-5 gram per liter air kelapa sebagai suplemen makanan bagi bakteri Acetobacter xyllinum (sumber nitrogen dan sulfur dalam proses metabolisme), untuk meningkatkan produktivitasnya dalam mengubah gula dalam air kelapa menjadi serat selulosa (nata).

Hal ini dapat disamakan seperti pupuk yang diberikan kepada padi, lalu padi “memakan” pupuk tersebut, yang kemudian akan menghasilkan beras.

Jikapun ada sisa ZA yang sudah “pecah” pada nata saat dipanen, ZAnya sudah terbuang habis selama proses pengolahan paska panen. Hal ini dapat dianalogikan seperti mencuci buah-buahan dari kotoran yang melekat.
Rahmat menegaskan ZA tersebut bukanlah bagian dari nata de coco yang telah diolah. Istilah zat tambahan pangan untuk ini sama sekali tidak tepat, bukan seperti zat tambahan pangan yang ditambahkan ke dalam produk akhir misalnya zat pengawet makanan.

ZA bukanlah bahan beracun, sejauh ini tidak ada indikasi zat kimia ini bisa membahayakan kesehatan. Malah ada yang menggunakannya sebagai zat tambahan pangan dalam pembuatan roti (bread) untuk meningkatkan kualitas teksturnya.

ZA aman

US Food and Drug Administration (FDA) memasukkan ZA ke dalam daftar zat tambahan pangan aman (Generally Recognized As Safe (GRAS)) yang ditambahkan langsung ke dalam makanan, dengan catatan sesuai dengan prinsip Good Manufacturing Practice(GMP), tidak lebih dari 0,15 % untuk produk roti, 0,1% untuk produk gelatin dan puding (CFR, FDA).

Hal itu juga disepakati oleh pakar pangan fakultas teknologi pertanian UGM, Prof. Endang S. Rahayu mengatakan Amomium sulfat itu aman untuk produksi makanan, sesuai pernyataan dari FDA.

Sampai sini sudah terjawab kekhawatiran masyarakat tentang kandungan pupuk ZA dalam proses pembuatan nata de coco. Namun Prof. Endang tetap menganjurkan menggunakan foodgrad demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

“Penggunaan ammonium sulfat (ZA) aman itu statement dari FDA, tetapi kami tetap menghimbau agar petani nata menggunakan Foodgrad, kami tidak berbicara pada aman dan tidaknya tetapi untuk produki pangan ya sesuai standar pangan yang pas, dengan foograd”, papar Prof. Endang.  |Winda Efanur FS|

back to top