Menu
Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Prev Next

Fatma Saifullah Yusuf mengantar para 'malaikat kecil'

Fatma Saifullah Yusuf mengantar para 'malaikat kecil'

Sidoarjo-KoPi| Ibu Wakil Gubernur Jawa Timur, Dra. Hj. Fatma Saifullah Yusuf mengantar para 'malaikat kecil' kepada orang tua-orang tua yang akan merawat mereka. Malaikat kecil itu adalah para balita yang tidak memiliki orang tua lagi. Beberapa orang tua akan mengadopsi mereka sebagai anak.

Proses penyerahan para balita itu dilaksanakan di UPT. Pelayanan Sosial Asuhan Balita Sidoarjo dalam acara "Penyerahan Pengasuhan Anak Angkat (CAA) Kepada Calon Orang Tua Angkat (COTA) (29/3).

Ibu Fatma melalui sambutannya menjelaskan bahwa anak-anak merupakan pemilik masa depan, pelaksana pembangunan nasional pada saatnya nanti. Anak-anak yang mendapatkan pendidikan dalam naungan cinta kasih keluarga akan memiliki bangunan mental kuat. Sehingga mereka mampu mengambil peranan penting dan menjalankan kepemimpinan di bidang masing-masing dalam pembangunan.

"Anak-anak yang sudah tidak diasuh oleh orang tua kandung karena alasan tertentu bisa diasuh oleh COTA sebagaimana diatur dalam UU No. 35 Tahun 2014". 

Menurut Fatma, mekanisme pengasuhan COTA merupakan bagian dari sistem kesejahteraan sosial. Anak-anak tidak memiliki orang tua jumlahnya terus bertambah. Apabila tidak ada mekanisme COTA maka menyebabkan mereka akan terlantar dan menjadi masalah sosial.

Kepada KoPi, istri dari Saifullah Yusuf ini menjelaskan konsep keberlanjutan pembangunan (sustainable development) salah satunya ditopang oleh pendidikan bagi anak-anak. Keluarga atau para orang tua yang mengadopsi memiliki kewajiban sama dengan orangtua-orangtua kandung lainnya dalam menjamin pendidikan, kesehatan dan masa depan Si Anak.

"Saya sangat mendorong pelaksanaan mekanisme COTA sebagai bagian dari sistem kesejateraan nasional. Selain itu juga menciptakan keberlanjutan pembangunan nasional," pungkas Fatma. | YP |

back to top