Menu
Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Gerakan Filantropi Islam Sebagai Deradikalisasi

Gerakan Filantropi Islam Sebagai De…

Sleman-KoPi| Dewasa ini, ...

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adalah Persatuan dan Kesatuan

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adala…

Jatim-KoPi| Salah satu ku...

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehakiman Masih Berpusat Pada Institusi Bukan Hakim Secara Personal

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehak…

Sleman-KoPi|Kemerdekaan k...

Prev Next

Fashion on The Street Prawirotaman Yogyakarta

Fashion on The Street Prawirotaman Yogyakarta

Jogja-KoPi| Untuk ke 4 kalinya House of LMAR di bawah naungan Lia Mustofa mengadakan hajatan spektakuler Fashion On Street ( FOS) Prawirotaman. Perhelatan kali ini dipusatkan di depan Hotel Pandanaran, Yogyakarta pada hari Sabtu (20/08). Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya dimana karpet merah parade peragaan busana digelar di sepanjang jalan Prawirotaman.

FOS kali ini menampilkan beberapa atraksi menarik selain peragaan busana hasil kreasi desaigner binaan House of LMAR. Pada pembukaan acara tampil tari edan-edanan oleh Bala Mahardika dan permainan musik oleh DJ Randy Eka, FDJ Emilia.

Peragaan busana kali ini menampilkan hasil karya desaigner-desaigner muda binaan House oh LMAR, seperti Tofa Anglo dengan tema Vigilant dan digitarian, Ayu Ghia Sugandhi dengan tema vigiliant, Lany Amborowati dengan baju muslimnya , Briliant Hidayah, serta hasil karya desaigner terkenal Indonesia Leny Agustin dengan tema Artisianal City.

Lia Mustofa mengatakan House of LMAR mempunyai progam Corporate Sosial Responbility (CSR) bagi desainer dan kreator muda di second lne, KLAMB. Klamb memberikan pendampingan Cuma Cuma selama 1 tahun dari hulu ke hilir, sampai berupaya mereka lahir dan mengerti dunia kreatif, bisnis dan berkepribadian untuk belajar menghargai cara bekerja sama, mempelajari budaya di sekelilingnya, serta mencintai produk produk Yogyakarta dan Indonesia secara umum.

Saat ini Klamb sudah sampai di angkatan ke 6, dan pada FOS kali ini akan memperagakan hasil desaign terbaik mereka. Seperti Lany yang dengan berani tampil dengan busana muslim yang casual tapi tidak keluar dari ketentuan syari'ah Islam.

Pendampingan desaigner-desaigner muda Klamb juga banyak dibantu oleh desaigner terkemuka seperti Dina Mediani, Amin HW, Dandi T Hidayat, Arie Sudewo, dan kali ini Leny Agustin.

Lia Mustofa sendiri juga menampilkan hasil karyanya dengan tema Merajut Batik. Dia mengatakan batik merupakan budaya lama bangsa Indonesia. Rajut merupakan pekerjaan tangan yang membutuhkan proses yang mengasyikkan dan penuh ketelitian.

"Perpaduan batik dan rajut justru membangun sebuah inovasi baru kekinian, serta menambah percaya diri karena style dan trending menjadi inspiratif untuk gaya anak muda sekarang. Saya mengambil motif batik parang dan stripe, dengan hasil akhir casual, ready to wear and edgy and pontail,"tukasnya. *

back to top