Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Erdogan: Akan ada konsekuensi atas pelanggaran jet tempur Rusia

Erdogan: Akan ada konsekuensi atas pelanggaran jet tempur Rusia

KoPi| Turki kembali menuduh Rusia telah melanggar wilayah udaranya dan memperingatkan akan adanya "konsekuensi" dari pelanggaran tersebut.

Kementerian luar negeri Turki pada hari Jum'at (30/1) mengatakan sebuah jet pengebom Rusia terbang ke wilayah udara di perbatasan dengan Turki-Suriah.

Dalam pernyataannya, kementerian luar negeri Turki menyatakan bahwa jet Su-34 Rusia sempat menyeberang ke wilayah udara Turki serta mengabaikan peringatan dalam bahasa Rusia dan Inggris.

Pemerintah Turki telah memanggil duta besar Rusia di Ankara untuk menyatakan protes keras dan kecaman atas insiden itu.

Presiden Turki, Tayyip Recep Erdogan, bahkan memperingatkan Rusia akan "menghadapi konsekuensi jika terus terjadi pelanggaran."

"Langkah-langkah yang tidak bertanggung jawab seperti itu tidak membawa keuntungan bagi Federasi Rusia, atau bagi hubungan Rusia-NATO, atau bagi perdamaian regional dan global", ujarnya pada pers pada hari Sabtu (30/1).

Erdogan mengaku telah berulang kali ingin mengadakan pertemuan dengan presiden Rusia, Vladimir Putin. Tapi permintaan tersebut terus gagal.

NATO (Turki salah satu anggotanya), pada hari Sabtu mendesak Rusia agar bertindak dengan tanggung jawab, serta sepenuhnya menghormati wilayah udara negara NATO dan melakukan tiap upaya yang diperlukan agar pelanggaran tersebut tidak terjadi lagi.

Namun Moskow menyatakan klaim Turki sebagai "propaganda tak berdasar".

Ketegangan antara Turki dan Rusia memuncak sejak akhir November, ketika Turki menembak jatuh sebuah jet Su-24 Rusia. Menewaskan salah satu pilot yang ditembaki milisi Turmen.

Militer Vladimir Putin bunuh hampir 1400 warga sipil
Rusia yang memulai serangan udara di Suriah sejak September lebih banyak menargetkan pejuang Suriah yang memerangi Basyar al-Assad, namun Putin berdalih menyerang "teroris" dan ISIS.

Menurut lembaga pemantau HAM Suriah, SOHR, rangkaian serangan udara Rusia telah membunuhi setidaknya 1380 warga sipil termasuk 332 anak-anak dan 195 orang wanita.

Rusia juga membantu melakukan pembersihan etnis dengan mengusir kaum Sunni (Turkmen) dari wilayah Latakia utara. Dimana sebagian besar wilayah Jabal Turkman dan Jabal Akrad berhasil dikuasai rezim Assad melalui bantuan pemboman besar-besaran Rusia, sementara ribuan penduduknya terusir ke perbatasan Turki.

Hari Sabtu (30/1) ini, sebuah kamp pengungsian Latakia di dekat perbatasan dijatuhi bom sehingga menyebabkan hancurnya tenda-tenda, belum dikonfirmasi jumlah korban dan pihak yang bertanggung jawab, antara pesawat Assad atau Rusia. |BBC/SOHR/rslh|

back to top