Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredaran Tembakau Gorila di Yogyakarta.

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredara…

Sleman-kopi| Direktorat R...

Prev Next

Erdogan: Akan ada konsekuensi atas pelanggaran jet tempur Rusia

Erdogan: Akan ada konsekuensi atas pelanggaran jet tempur Rusia

KoPi| Turki kembali menuduh Rusia telah melanggar wilayah udaranya dan memperingatkan akan adanya "konsekuensi" dari pelanggaran tersebut.

Kementerian luar negeri Turki pada hari Jum'at (30/1) mengatakan sebuah jet pengebom Rusia terbang ke wilayah udara di perbatasan dengan Turki-Suriah.

Dalam pernyataannya, kementerian luar negeri Turki menyatakan bahwa jet Su-34 Rusia sempat menyeberang ke wilayah udara Turki serta mengabaikan peringatan dalam bahasa Rusia dan Inggris.

Pemerintah Turki telah memanggil duta besar Rusia di Ankara untuk menyatakan protes keras dan kecaman atas insiden itu.

Presiden Turki, Tayyip Recep Erdogan, bahkan memperingatkan Rusia akan "menghadapi konsekuensi jika terus terjadi pelanggaran."

"Langkah-langkah yang tidak bertanggung jawab seperti itu tidak membawa keuntungan bagi Federasi Rusia, atau bagi hubungan Rusia-NATO, atau bagi perdamaian regional dan global", ujarnya pada pers pada hari Sabtu (30/1).

Erdogan mengaku telah berulang kali ingin mengadakan pertemuan dengan presiden Rusia, Vladimir Putin. Tapi permintaan tersebut terus gagal.

NATO (Turki salah satu anggotanya), pada hari Sabtu mendesak Rusia agar bertindak dengan tanggung jawab, serta sepenuhnya menghormati wilayah udara negara NATO dan melakukan tiap upaya yang diperlukan agar pelanggaran tersebut tidak terjadi lagi.

Namun Moskow menyatakan klaim Turki sebagai "propaganda tak berdasar".

Ketegangan antara Turki dan Rusia memuncak sejak akhir November, ketika Turki menembak jatuh sebuah jet Su-24 Rusia. Menewaskan salah satu pilot yang ditembaki milisi Turmen.

Militer Vladimir Putin bunuh hampir 1400 warga sipil
Rusia yang memulai serangan udara di Suriah sejak September lebih banyak menargetkan pejuang Suriah yang memerangi Basyar al-Assad, namun Putin berdalih menyerang "teroris" dan ISIS.

Menurut lembaga pemantau HAM Suriah, SOHR, rangkaian serangan udara Rusia telah membunuhi setidaknya 1380 warga sipil termasuk 332 anak-anak dan 195 orang wanita.

Rusia juga membantu melakukan pembersihan etnis dengan mengusir kaum Sunni (Turkmen) dari wilayah Latakia utara. Dimana sebagian besar wilayah Jabal Turkman dan Jabal Akrad berhasil dikuasai rezim Assad melalui bantuan pemboman besar-besaran Rusia, sementara ribuan penduduknya terusir ke perbatasan Turki.

Hari Sabtu (30/1) ini, sebuah kamp pengungsian Latakia di dekat perbatasan dijatuhi bom sehingga menyebabkan hancurnya tenda-tenda, belum dikonfirmasi jumlah korban dan pihak yang bertanggung jawab, antara pesawat Assad atau Rusia. |BBC/SOHR/rslh|

back to top