Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Enzim HO-1 adalah faktor resiko dari obesitas

Enzim HO-1 adalah faktor resiko dari obesitas

Vienna-KoPi, Peneliti Austria dan Jerman menemukan enxim HO-1 yang menjadi faktor kunci dalam menentukan tingkat penyakit yang diakibatkan obesitas, APA melaporkan Kamis (3/7).

Dalam sebuah koloborasi antara ilmuwan dari Medical University of Vienna Planck Institute Immunobiology and Epigenetics dan Paracelsus Medical University, menemukan bahwa penderita obesitas dengan tingkat lebih rendah dari enzim tersebut menunjukkan kecenderungan yang minim terhadap penyakit yang berhubungan dengan obesitas seperti diabetes dan penyakit kardiovaskular.

Penelitian pertama dilakukan pada tikus, dimana ditemukan bahwa jika enzim berkurang dalam berbagai organ utama, tikus berat badannya masih naik tetapi tidak mengembangkan komplikasi terkait fatty liver atau kerusakan hati, dan sel-sel tidak mengembangkan resistensi terhadap insulin.

Kadar enzim tersebut diprediksikan tidak juga tergantung dengan berat badan, lingkar pinggang atau jumlah lemak di perut, kata Harald Esterbauer pemimipin penelitian, menambahkan ini adalah “kejutan yang lengkap”, dan berarti bagi para peneliti dalam menentukan faktor resiko yang baru mengenai obesitas.

(Fahrurrazi)
Sumber: Xinhua News

back to top