Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredaran Tembakau Gorila di Yogyakarta.

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredara…

Sleman-kopi| Direktorat R...

Prev Next

Enzim HO-1 adalah faktor resiko dari obesitas

Enzim HO-1 adalah faktor resiko dari obesitas

Vienna-KoPi, Peneliti Austria dan Jerman menemukan enxim HO-1 yang menjadi faktor kunci dalam menentukan tingkat penyakit yang diakibatkan obesitas, APA melaporkan Kamis (3/7).

Dalam sebuah koloborasi antara ilmuwan dari Medical University of Vienna Planck Institute Immunobiology and Epigenetics dan Paracelsus Medical University, menemukan bahwa penderita obesitas dengan tingkat lebih rendah dari enzim tersebut menunjukkan kecenderungan yang minim terhadap penyakit yang berhubungan dengan obesitas seperti diabetes dan penyakit kardiovaskular.

Penelitian pertama dilakukan pada tikus, dimana ditemukan bahwa jika enzim berkurang dalam berbagai organ utama, tikus berat badannya masih naik tetapi tidak mengembangkan komplikasi terkait fatty liver atau kerusakan hati, dan sel-sel tidak mengembangkan resistensi terhadap insulin.

Kadar enzim tersebut diprediksikan tidak juga tergantung dengan berat badan, lingkar pinggang atau jumlah lemak di perut, kata Harald Esterbauer pemimipin penelitian, menambahkan ini adalah “kejutan yang lengkap”, dan berarti bagi para peneliti dalam menentukan faktor resiko yang baru mengenai obesitas.

(Fahrurrazi)
Sumber: Xinhua News

back to top