Menu
Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Prev Next

Enam puluh persen mahasiswa Yogyakarta non aktivis

http://www.si-pedia.com http://www.si-pedia.com

Jogja-KoPi|Mahasiswa yang menjadi aktivis di Yogyakarta hanya 40%, sementara yang 60% non aktivis karena jarang menyentuh konflik.

 

Forum Badan Eksekutif Mahasiswa DIY, Nur Fattah, mengatakan jika di bandingkan antara mahasiswa aktivis dan non aktivis, terdapat 60% mahasiswa Yogyakarta non aktivis dan sisanya merupakan mahasiswa aktivis, ujarnya saat diskusi Refleksi May Day di hotel Cakra Kembang Yogyakarta, Sabtu (28/7).

Fattah mengatakan hampir lebih dari setengah total mahasiswa Yogyakarta kemungkinan besar berasal dari lingkungan yang berkecukupan dan jarang menyentuh konflik. Lanjutnya mahasiswa non aktivis ini sangat minim dalam berpartisipasi untuk menyampaikan suara rakyat, terfokus pada kuliah dan tidak kritis terhadap keadaan.

"Mahasiswa DIY yang mendukung buruh sangat sedikit jumlahnya dibandingkan jumlah mahasiswa kupu-kupu (kuliah pulang) dan mahasiswa karaoke”, katanya.

Menurut nya seluruh mahasiswa DIY seharusnya ikut serta dalam pergerakan ekstra parlementer. Ekstra perlementer sendiri artinya mahasiswa bergerak di luar kebijakan pemerintah dan memberikan dorongan, usulan, pengawasan didalam kebijakan tersebut.

Namun yang terjadi hampir setengah mahasiswa Yogyakarat berdiri secara individual. Dia menyebutkan mahasiswa jenis ini sering mengekploitasi buruh dengan landasan tugas skripsi tanpa melihat keadaan buruh tersebut.

Fattah sendiri menyarankan kepada seluruh mahasiswa setelah menyelesaikan tugas tersebut sebaiknya meneruskan  untuk menyampaika keadaan buruh tersebut kepada lembaga pemerintahan.

"Kita sebagai mahasiswa seharusnya datang untuk advokasi dan mencari tahu permasalahan petani atau buruh  agar selanjutnya digerakkan agar kita mendapat audiensi dengan pemerintah terkait permasalahan tersebut”, lanjut Fattah

Sebagai mahasiswa aktivis dirinya akan terus mendorong kepada semua mahasiswa Yogyakarta untuk ikut serta sebagai tangan panjang rakyat untuk mencapai pemerintah.

"Terkait dengan kegiatan aksi, setelah kita melakukan aksi dan audiensi ya kita akan menunggu. Selama jawaban itu belum dikeluarkan kita akan terus berdiskusi, beraksi dan mengawasi, jika jawaban sudah keluar ya kita akan  dukung bersama-sama”,  pungkasnya.|Syafiq Syaiful Ardli

back to top