Menu
Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredaran Tembakau Gorila di Yogyakarta.

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredara…

Sleman-kopi| Direktorat R...

Keamanan di Bandara Adi Sutjipto Ketat Dengan Terjunnya 29 Ekor Anjing Pelacak dan Body Scanner.

Keamanan di Bandara Adi Sutjipto Ke…

Sleman-KoPi| Komandan sat...

Prev Next

Enam puluh persen mahasiswa Yogyakarta non aktivis

http://www.si-pedia.com http://www.si-pedia.com

Jogja-KoPi|Mahasiswa yang menjadi aktivis di Yogyakarta hanya 40%, sementara yang 60% non aktivis karena jarang menyentuh konflik.

 

Forum Badan Eksekutif Mahasiswa DIY, Nur Fattah, mengatakan jika di bandingkan antara mahasiswa aktivis dan non aktivis, terdapat 60% mahasiswa Yogyakarta non aktivis dan sisanya merupakan mahasiswa aktivis, ujarnya saat diskusi Refleksi May Day di hotel Cakra Kembang Yogyakarta, Sabtu (28/7).

Fattah mengatakan hampir lebih dari setengah total mahasiswa Yogyakarta kemungkinan besar berasal dari lingkungan yang berkecukupan dan jarang menyentuh konflik. Lanjutnya mahasiswa non aktivis ini sangat minim dalam berpartisipasi untuk menyampaikan suara rakyat, terfokus pada kuliah dan tidak kritis terhadap keadaan.

"Mahasiswa DIY yang mendukung buruh sangat sedikit jumlahnya dibandingkan jumlah mahasiswa kupu-kupu (kuliah pulang) dan mahasiswa karaoke”, katanya.

Menurut nya seluruh mahasiswa DIY seharusnya ikut serta dalam pergerakan ekstra parlementer. Ekstra perlementer sendiri artinya mahasiswa bergerak di luar kebijakan pemerintah dan memberikan dorongan, usulan, pengawasan didalam kebijakan tersebut.

Namun yang terjadi hampir setengah mahasiswa Yogyakarat berdiri secara individual. Dia menyebutkan mahasiswa jenis ini sering mengekploitasi buruh dengan landasan tugas skripsi tanpa melihat keadaan buruh tersebut.

Fattah sendiri menyarankan kepada seluruh mahasiswa setelah menyelesaikan tugas tersebut sebaiknya meneruskan  untuk menyampaika keadaan buruh tersebut kepada lembaga pemerintahan.

"Kita sebagai mahasiswa seharusnya datang untuk advokasi dan mencari tahu permasalahan petani atau buruh  agar selanjutnya digerakkan agar kita mendapat audiensi dengan pemerintah terkait permasalahan tersebut”, lanjut Fattah

Sebagai mahasiswa aktivis dirinya akan terus mendorong kepada semua mahasiswa Yogyakarta untuk ikut serta sebagai tangan panjang rakyat untuk mencapai pemerintah.

"Terkait dengan kegiatan aksi, setelah kita melakukan aksi dan audiensi ya kita akan menunggu. Selama jawaban itu belum dikeluarkan kita akan terus berdiskusi, beraksi dan mengawasi, jika jawaban sudah keluar ya kita akan  dukung bersama-sama”,  pungkasnya.|Syafiq Syaiful Ardli

back to top