Menu
UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Pemerintah Bantul Siap Dukung Kontes Robot Indonesia di UMY

Pemerintah Bantul Siap Dukung Konte…

Sleman-KoPi| Menjelang pe...

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media Sosial Bermunculan

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media…

Sleman-KoPi| Menjelang pi...

Prev Next

Empat tuntutan buruh pada Jokowi

Empat tuntutan buruh pada Jokowi

Jakarta-KoPiDengan meneriakkan “Hidup Buruh” sekitar 30 ribuan massa aksi buruh membuka aksi setibanya di depan Istana Negara pada pukul 12.00 WIB. Tiga orang selaku pimpinan serikat buruh secara bergantian menyampaikan orasinya.

Orasi pembuka buruh disampaikan oleh Andi Ghani, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) menyampaikan bahwa saat ini buruh berdiri di Istana Negara untuk berjuang. Karena menurutnya masih banyak buruh yang upahnya masih di bawah UMP dan banyak kriminalisasi aktivis buruh.

Dan dia mengatakan bahwa tidak benar bahwa aksi ini adalah untuk menggulingkan pemerintahan Jokowi, ini adalah murni perjuangan penuntutan hak-hak buruh.

Sementara itu, Mudhofir dari Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) menyampaikan bahwa setelah 1 Mei 2015, aksi ini adalah gerakan aksi kedua yang dilakukan oleh 3 konfederasi terbesar di Indonesia. “Hampir 3 tahun kita berjalan sendiri-sendiri, dan sudah saatnya kita bersama untuk berjuang,” ujarnya dalam orasi.

Menurutnya ekonomi Indonesia saat ini menurun, rupiah yang melemah, dan ini adalah peringatan bagi pemerintah akan adanya gelombang PHK. Dia menilai semua ini karena kondisi global yang juga menurun. “Ekonomi melemah dan daya beli masyarakat melemah. Sudah saatnya ada kebijakan pro buruh,” teriaknya.

Lebih jauh, Mudhofir menyoroti bahwa selama ini pengusaha telah mendapatkan bantuan dari pemerintah berupa pembangunan infrastruktur, keringanan pajak dan lain-lain. “Sudah saatnya pemerintah sekarang membantu buruh dengan kenaikan upah 25% untuk meningkatkan daya beli masyarakat, yang akan membantu pemulihan ekonomi,” ungkapnya.

Said Iqbal dari Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) mengatakan kembai bergerak bersama untuk menyatakan kepada pemerintah bahwa kaum buruh akan terus melawan jika terus diperlakukan tidak adil. Sekarang ekonomi dalam keadaan yang memprihatinkan, dimana-mana pabrik mulai menutup pabrik dan buruh terancam PHK.

“Kita meminta kepada Presiden Jokowi agar mengambil kebijakan untuk memberikan perlindungan kepada kaum buruh untuk tidak menjadi korban PHK,” ujarnya.

Dia juga menyoroti masuknya buruh-buruh dari Tiongkok yang unskill yang sebenarnya bisa dilakukan oleh buruh Indonesia. Oleh karena itu, dia meminta kepada pemerintah untuk tidak mempermudah masuknya buruh asing unskilled masuk ke Indonesia.

Sebelum menutup orasinya, Said Iqbal meminta massa buruh untuk menunjuk massa buruh untuk menunjuk Istana Negara sembari meneriakan “Tolak Pekerja Asing” dan meminta agar Presiden mendukung perjuangan buruh, serta teriakan “Gaji Naik”.

Terakhir dia menutup orasi dengan menegaskan tuntutan buruh:
1. Turunkan harga barang
2. Naikan upah buruh
3. Stop penerimaan pekerja asing
4. Beri perlindungan buruh dari ancaman PHK

Dan jika tuntutan ini tidak dipenuhi oleh pemerintah, buruh mengancam akan melakukan aksi mogok nasional pada bulan November nanti.

Setelah ketiga pimpinan serikat buruh tersebut selesai berorasi secara bergantian, mereka masuk ke Istana Negara untuk ditemui oleh Presiden dan 5 Menteri yang menyambut para delegasi perwakilan buruh. |Kabar Buruh (Gumilang)

back to top