Menu
Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredaran Tembakau Gorila di Yogyakarta.

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredara…

Sleman-kopi| Direktorat R...

Keamanan di Bandara Adi Sutjipto Ketat Dengan Terjunnya 29 Ekor Anjing Pelacak dan Body Scanner.

Keamanan di Bandara Adi Sutjipto Ke…

Sleman-KoPi| Komandan sat...

Prev Next

Empat prioritas politik luar negeri Kemenlu RI

Empat prioritas politik luar negeri Kemenlu RI

Jogja-KoPi| Kementrian luar negeri RI (Kemenlu RI) dalam menjalankan politik luar negerinya memiliki empat prioritas, yaitu menjaga keutuhan NKRI, meningkatkan perlindungan warga negara Indonesia yang tinggal di luar negeri, diplomasi ekonomi dan kontribusi pada kegiatan politik luar negeri.

 

Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Retno Marsudi, saat orasi politik luar negeri Indonesia pada Milad Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) ke-36, di Gedung Ar Fachruddin UMY, Selasa (25/4), mengatakan Indonesia dalam melakukan politik luar negeri harus aman terlebih dahulu.

“Penguatan perbatasan dan perlawanan gerakan separatis harus segera dilakukan oleh pemerintah dan diploma Indonesia untuk menjaga keutuhan NKRI”, tambahnya.

Sementara itu untuk meningkatkan perlindungan warga negara Indonesia yang tinggal di luar negeri, ia mengatakan bahwa Kemenlu RI telah memperjuangkan perlindungan hak asasi manusia pada WNI yang terkena tindak pidana perdagangan orang (TTPO) dan kasus lainnya.

Setelah itu, menurutnya barulah diplomasi ekonomi dilakukan untuk peningkatan ekspor,investasi, dan pariwisata.

Sedangkan, untuk kontribusi Indonesia pada kegiatan internasional, Indonesia sering berperan sebagai jembatan penghubung antara dua negara yang sedang terlibat konflik.

"Salah satu peran Indonesia seperti saat menjambatani komunikasi pada konflik Myanmar dan Bangladesh”, ujar Retno.

Ia juga menambahkan dukungan organisasi Muhammadiyah dan NU penting dalam kancah politik luar negeri. Bentuk dukungan yang diberikan seperti program bantuan kemanusiaan untuk negara ASEAN dan perlawanan terorisme.

"Muhammadiyah dan NU itu partner kita khususnya saat menghadapi konflik di negara Islam. Kita sering meminta pendapat ulama NU dan Muhammadiyah dalam menghadapi konflik semacam ini”, lanjutnya.

Pada milad UMY ini Retno berharap agar kerja sama antara Kemenlu RI dan Muhammadiyah dapat terus terjalin. Selain itu kedepannya, dia juga berharap Muhammadiyah dapat menjadi agen yang dapat mencerdaskan bangsa indonesia yang berbhineka tunggal ika.|Syafiq Syaiful Ardli

back to top