Menu
Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Prev Next

Empat prioritas politik luar negeri Kemenlu RI

Empat prioritas politik luar negeri Kemenlu RI

Jogja-KoPi| Kementrian luar negeri RI (Kemenlu RI) dalam menjalankan politik luar negerinya memiliki empat prioritas, yaitu menjaga keutuhan NKRI, meningkatkan perlindungan warga negara Indonesia yang tinggal di luar negeri, diplomasi ekonomi dan kontribusi pada kegiatan politik luar negeri.

 

Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Retno Marsudi, saat orasi politik luar negeri Indonesia pada Milad Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) ke-36, di Gedung Ar Fachruddin UMY, Selasa (25/4), mengatakan Indonesia dalam melakukan politik luar negeri harus aman terlebih dahulu.

“Penguatan perbatasan dan perlawanan gerakan separatis harus segera dilakukan oleh pemerintah dan diploma Indonesia untuk menjaga keutuhan NKRI”, tambahnya.

Sementara itu untuk meningkatkan perlindungan warga negara Indonesia yang tinggal di luar negeri, ia mengatakan bahwa Kemenlu RI telah memperjuangkan perlindungan hak asasi manusia pada WNI yang terkena tindak pidana perdagangan orang (TTPO) dan kasus lainnya.

Setelah itu, menurutnya barulah diplomasi ekonomi dilakukan untuk peningkatan ekspor,investasi, dan pariwisata.

Sedangkan, untuk kontribusi Indonesia pada kegiatan internasional, Indonesia sering berperan sebagai jembatan penghubung antara dua negara yang sedang terlibat konflik.

"Salah satu peran Indonesia seperti saat menjambatani komunikasi pada konflik Myanmar dan Bangladesh”, ujar Retno.

Ia juga menambahkan dukungan organisasi Muhammadiyah dan NU penting dalam kancah politik luar negeri. Bentuk dukungan yang diberikan seperti program bantuan kemanusiaan untuk negara ASEAN dan perlawanan terorisme.

"Muhammadiyah dan NU itu partner kita khususnya saat menghadapi konflik di negara Islam. Kita sering meminta pendapat ulama NU dan Muhammadiyah dalam menghadapi konflik semacam ini”, lanjutnya.

Pada milad UMY ini Retno berharap agar kerja sama antara Kemenlu RI dan Muhammadiyah dapat terus terjalin. Selain itu kedepannya, dia juga berharap Muhammadiyah dapat menjadi agen yang dapat mencerdaskan bangsa indonesia yang berbhineka tunggal ika.|Syafiq Syaiful Ardli

back to top