Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Empat prioritas politik luar negeri Kemenlu RI

Empat prioritas politik luar negeri Kemenlu RI

Jogja-KoPi| Kementrian luar negeri RI (Kemenlu RI) dalam menjalankan politik luar negerinya memiliki empat prioritas, yaitu menjaga keutuhan NKRI, meningkatkan perlindungan warga negara Indonesia yang tinggal di luar negeri, diplomasi ekonomi dan kontribusi pada kegiatan politik luar negeri.

 

Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Retno Marsudi, saat orasi politik luar negeri Indonesia pada Milad Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) ke-36, di Gedung Ar Fachruddin UMY, Selasa (25/4), mengatakan Indonesia dalam melakukan politik luar negeri harus aman terlebih dahulu.

“Penguatan perbatasan dan perlawanan gerakan separatis harus segera dilakukan oleh pemerintah dan diploma Indonesia untuk menjaga keutuhan NKRI”, tambahnya.

Sementara itu untuk meningkatkan perlindungan warga negara Indonesia yang tinggal di luar negeri, ia mengatakan bahwa Kemenlu RI telah memperjuangkan perlindungan hak asasi manusia pada WNI yang terkena tindak pidana perdagangan orang (TTPO) dan kasus lainnya.

Setelah itu, menurutnya barulah diplomasi ekonomi dilakukan untuk peningkatan ekspor,investasi, dan pariwisata.

Sedangkan, untuk kontribusi Indonesia pada kegiatan internasional, Indonesia sering berperan sebagai jembatan penghubung antara dua negara yang sedang terlibat konflik.

"Salah satu peran Indonesia seperti saat menjambatani komunikasi pada konflik Myanmar dan Bangladesh”, ujar Retno.

Ia juga menambahkan dukungan organisasi Muhammadiyah dan NU penting dalam kancah politik luar negeri. Bentuk dukungan yang diberikan seperti program bantuan kemanusiaan untuk negara ASEAN dan perlawanan terorisme.

"Muhammadiyah dan NU itu partner kita khususnya saat menghadapi konflik di negara Islam. Kita sering meminta pendapat ulama NU dan Muhammadiyah dalam menghadapi konflik semacam ini”, lanjutnya.

Pada milad UMY ini Retno berharap agar kerja sama antara Kemenlu RI dan Muhammadiyah dapat terus terjalin. Selain itu kedepannya, dia juga berharap Muhammadiyah dapat menjadi agen yang dapat mencerdaskan bangsa indonesia yang berbhineka tunggal ika.|Syafiq Syaiful Ardli

back to top