Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Efek Domino Pada Kenaikan BBM

Efek Domino Pada Kenaikan BBM
Surabaya – KoPi | Fluktuasi harga BBM di Indonesia disinyalir akan membawa efek domino pada masyarakat. Naik turunnya harga BBM yang merupakan penunjang segala kebutuhan masayarakat akan memunculkan kenaikan harga barang lain. Secara kasat mata, tidak dapat ditemukan efek secara riil mengenai dampak pada kenaikan BBM saat ini. Namun, efek domino yang secara perlahan-lahan muncul akan membuat Indonesia semakin tumbang. Salah satunya adalah kemiskinan.

Menurut Bagong Suyanto, pakar Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Unair Surabaya, pengeluaran yang semakin meningkat tidak diimbangi dengan meningkatnya pemasukan. Hal ini akan berdampak pada beban hidup masyarakat miskin.

“Efek dari adanya kenaikan BBM ini akan memperburuk nilai tukar dari produk yang dihasilkan orang miskin. Misalkan tukang jahit sebelumnya bisa membeli kebutuhan pangan dengan menghasilkan 2 celana, sekarang harus menjahit 3 celana untuk bisa makan,” ujarnya.

Produksi di kalangan masyarakat sendiri akan meningkat mengikuti kenaikan harga BBM. Namun, saat pemerintah menurunkan harga BBM, hal itu tidak dengan diikuti dengan penurunan harga barang-barang kebutuhan yang lain. Akibatnya, saat BBM kembali naik, maka harga barang akan semakin naik dan akan terus naik. Biaya yang dikeluarkan untuk hidup juga menjadi semakin mahal. Keadaan ini diyakini akan membebani kebutuhan masyarakat, khususnya kalangan bawah.

Bagong juga menyebutkan ada dampak setelah kenaikan harga, yaitu penurunan daya beli di masayarakat. Hal itu akan menimbulkan kemungkinan adanya tekanan kebutuhan atau bahkan terjadi pendalaman kemiskinan di Indonesia. | Labibah

back to top