Menu
Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Prev Next

e-Smart IKM Solusi Perluas Pasar

e-Smart IKM Solusi Perluas Pasar

Sidoarjo-KoPi| Persaingan pasar dan banyaknya jumlah pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) di Indonesia mendorong perlunya strategi baru dalam memenangkan persaingan. Salah satunya dengan menggunakan e-Smart IKM.

Demikian disampaikan Gubernur Jatim, Dr. H. Soekarwo saat Pembukaan Workshop e-Smart IKM di Hotel Swiss Bell-Inn, Kab. Sidoarjo, Senin (25/9).

Menurutnya, dengan memanfaatkan e-smart IKM, jangkauan pasar para pelaku IKM diperluas karena konsumen bisa secara langsung mengakses secara online tanpa mengunjungi lokasi dari IKM. "Terdapat kelemahan IKM, seperti masih berfikir sulitnya faktor pemasaran. Padahal, bisa diatasi dengan e-commerce yang menawarkan transaksi secara langsung , “ jelas Pakde Karwo sapaan akrab Gubernur Jatim ini.

Jatim sendiri, lanjutnya, memiliki beberapa IKM yang sudah memanfaatkan e-commerce. Diantaranya, Rumah Snack Mekarsari Sidoarjo, Spikoe Surabaya, Indah Bordir Sidoarjo, dan Surabaya Patata.

Saat ini, menurut Pakde Karwo, masih banyak IKM yang perlu diberikan pendampingan karena kendala yang berbeda-beda. Diantaranya, keterbatasan akses pasar, akses permodalan, penguasaan teknologi, dan penerapan standarisasi. Juga, ketersediaan bahan baku yang terbatas, kualitas SDM, dan legalitas usaha. “E-Smart IKM diharapkan bisa membantu mengatasi permasalahan tersebut, khususnya untuk membuka akses pasar dan penguasaan teknologi,” ujarnya.

Ditambahkan, beberapa upaya dilakukan Pemprov Jatim dalam meningkatkan kualitas produk dan meningkatkan daya saing IKM, diantaranya ekstensifikasi pemasaran melalui berbagai pameran dan kantor perwakilan dagang (KPD), serta pemberian kredit murah melalui skema loan agreement.

Selain itu, pemberian bimbingan teknis penguasaan teknologi dan peningkatan kualitas SDM IKM, serta fasilitasi standarisasi seperti SPPPT-SNI, barcode, sertifikasi ISO, dan sertifikasi halal.


Semester I 2017 Ekonomi Tumbuh 5,2 Persen

Dalam kesempatan sama, Gubernur Jatim dua periode ini menjelaskan perekonomian Jatim yang sangat terdukung IKM. Pada semester I Tahun 2017, misalnya, perekonomian provinsi ini tercatat tumbuh sebesar 5,2 persen, yang lebih tinggi dibandingkan nasional sebesar 5,01 persen.

Pertumbuhan ekonomi tersebut dipengaruhi oleh tiga sektor utama Jatim yaitu industri pengolahan menyumbang 29,17 persen, perdagangan menyumbang sebesar 18,07 persen, dan pertanian menyumbang sebesar 13,46 persen. “Khusus untuk sektor industri pengolahan Jatim tumbuh sebesar 4,73 persen, lebih tinggi dibandingkan rata rata nasional sebesar 3,88 persen,” ujar Pakde Karwo.

Tingkatkan Populasi Industri

Dalam kesempatan ini, Menteri Perindustrian, Airlangga Hartato mengungkapkan latar belakang pelaksanaan program e-smart IKM, di antaranya didasari upaya pengembangan ekonomi berbasis digital, keinginan untuk meningkatkan ekspor IKM, serta perluasan akses pasar dan pendanaan.

“E-smart IKM perlu dan akan terus dikembangkan dengan tujuan Indonesia dapat menjadi showcase produk sendiri, bukan hanya menjadi reseller produk negara lain,” ungkapnya sambil menambahkan kerjasama dilakukan juga dengan perusahan-perusahaan start up Indonesia.

Dijelaskannya, program yang memiliki desain infrastruktur digital ini menjadikan Palapa Ring, Satelit BRI, dan PLN sebagai tulang punggungnya. Artinya, kebutuhan fasilitas internet, listrik, dan integrasi Sistem Informasi Industri Nasional (SIINas) dilakukan oleh ketiganya. Hal tsb dimaksudkan untuk jaminan produk, keamanan, dan standarisasi. (humaspemprovJatim/tra)

back to top