Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Duke University batal ijinkan adzan berkumandang di kampus

Duke University batal ijinkan adzan berkumandang di kampus
KoPi| Universitas swasta di North Carolina, Amerika, Duke University, membatalkan keputusannya yang memperbolehkan umat Muslim mengumandangkan adzan sholat Jumat lewat menara kapel kampus. Hal itu dilakukan setelah ada protes keras dari Franklin Graham, putra penginjil terkenal Amerika dan kemungkinan adanya tindak kekerasan akibat keputusan tersebut.
 

“Kami (Duke) berkomitmen untuk menjaga suasana kampus yang inklusif, toleran, dan terbuka untuk semua mahasiswa kami. Namun tampaknya upaya kami untuk menyatukan komunitas yang berbeda tidak menimbulkan hasil yang diinginkan,” ujar Michael Schoenfield, Vice President for Public Affairs and Government Relations Duke University.

Graham menganggap diperbolehkannya adzan berkumandang di kampus Duke University sama seperti mengijinkan hukum syariah berlaku di kampus itu. Ia mendesak pihak donor dan alumni Duke University menghentikan bantuan mereka hingga kebijakan tersebut diubah.

Situs The Atlantic melaporkan bahwa ada ancaman kekerasan terhadap komunitas Muslim di Duke University bila pihak kampus tetap memperbolehkan adzan berkumandang di menara kapel. Duke University bahkan dilaporkan meminta tambahan bantuan keamanan pada pihak kepolisian setempat.

Omid Safi, Direktur Duke Islamic Studies Center mengungkapkan kekecewaannya atas penarikan kebijakan tersebut. “Kekecewaan saya yang terbesar saya tujukan pada orang-orang yang menganggap kekerasan dan ancaman dibenarkan untuk menegaskan maksud mereka, terutama jika itu didasarkan pada keyakinan religius. Kita semua tahu di kalangan Muslim ada orang-orang seperti itu, tapi sepertinya hal itu bukan monopoli kaum Muslim saja,” ungkap Safi.

Selama ini Duke University memperbolehkan mahasiswa dan staf Muslim untuk mengadakan ibadah sholat Jumat di lantai bawah Kapel Duke. Dengan penarikan kebijakan tersebut, adzan sholat Jumat hanya bisa dikumandangkan di lapangan depan kapel.

Duke University memiliki 15.000 orang mahasiswa, dan lebih dari 700 orang mahasiswa Duke University merupakan Muslim. Universitas ini termasuk universitas swasta pertama di Amerika yang mengijinkan sholat Jumat di kampus, sekalipun didirikan sebagai universitas Katolik Methodist. |The Atlantic, Duke University Today

 

back to top