Menu
Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi | Balai Penyel...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Gerakan Filantropi Islam Sebagai Deradikalisasi

Gerakan Filantropi Islam Sebagai De…

Sleman-KoPi| Dewasa ini, ...

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adalah Persatuan dan Kesatuan

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adala…

Jatim-KoPi| Salah satu ku...

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehakiman Masih Berpusat Pada Institusi Bukan Hakim Secara Personal

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehak…

Sleman-KoPi|Kemerdekaan k...

Merapi Naik ke Status Waspada, Gempa Tremor dan Vulkanik Sempat Muncul Saat Letusan Freaktif.

Merapi Naik ke Status Waspada, Gemp…

Jogja-KoPi|Setelah Gunung...

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi | Gunung Merap...

Prev Next

Duke University batal ijinkan adzan berkumandang di kampus

Duke University batal ijinkan adzan berkumandang di kampus
KoPi| Universitas swasta di North Carolina, Amerika, Duke University, membatalkan keputusannya yang memperbolehkan umat Muslim mengumandangkan adzan sholat Jumat lewat menara kapel kampus. Hal itu dilakukan setelah ada protes keras dari Franklin Graham, putra penginjil terkenal Amerika dan kemungkinan adanya tindak kekerasan akibat keputusan tersebut.
 

“Kami (Duke) berkomitmen untuk menjaga suasana kampus yang inklusif, toleran, dan terbuka untuk semua mahasiswa kami. Namun tampaknya upaya kami untuk menyatukan komunitas yang berbeda tidak menimbulkan hasil yang diinginkan,” ujar Michael Schoenfield, Vice President for Public Affairs and Government Relations Duke University.

Graham menganggap diperbolehkannya adzan berkumandang di kampus Duke University sama seperti mengijinkan hukum syariah berlaku di kampus itu. Ia mendesak pihak donor dan alumni Duke University menghentikan bantuan mereka hingga kebijakan tersebut diubah.

Situs The Atlantic melaporkan bahwa ada ancaman kekerasan terhadap komunitas Muslim di Duke University bila pihak kampus tetap memperbolehkan adzan berkumandang di menara kapel. Duke University bahkan dilaporkan meminta tambahan bantuan keamanan pada pihak kepolisian setempat.

Omid Safi, Direktur Duke Islamic Studies Center mengungkapkan kekecewaannya atas penarikan kebijakan tersebut. “Kekecewaan saya yang terbesar saya tujukan pada orang-orang yang menganggap kekerasan dan ancaman dibenarkan untuk menegaskan maksud mereka, terutama jika itu didasarkan pada keyakinan religius. Kita semua tahu di kalangan Muslim ada orang-orang seperti itu, tapi sepertinya hal itu bukan monopoli kaum Muslim saja,” ungkap Safi.

Selama ini Duke University memperbolehkan mahasiswa dan staf Muslim untuk mengadakan ibadah sholat Jumat di lantai bawah Kapel Duke. Dengan penarikan kebijakan tersebut, adzan sholat Jumat hanya bisa dikumandangkan di lapangan depan kapel.

Duke University memiliki 15.000 orang mahasiswa, dan lebih dari 700 orang mahasiswa Duke University merupakan Muslim. Universitas ini termasuk universitas swasta pertama di Amerika yang mengijinkan sholat Jumat di kampus, sekalipun didirikan sebagai universitas Katolik Methodist. |The Atlantic, Duke University Today

 

back to top