Menu
Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredaran Tembakau Gorila di Yogyakarta.

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredara…

Sleman-kopi| Direktorat R...

Keamanan di Bandara Adi Sutjipto Ketat Dengan Terjunnya 29 Ekor Anjing Pelacak dan Body Scanner.

Keamanan di Bandara Adi Sutjipto Ke…

Sleman-KoPi| Komandan sat...

Prev Next

Duh, galaknya rumah sakit sama pasien

Duh, galaknya rumah sakit sama pasien
KoPi | Kurang optimalnya pelayanan di rumah sakit milik pemerintah sempat membuat Gubernur Jawa Timur murka. Pada tahun 2014, Soekarwo, Gubernur Jawa Timur pernah menegur empat rumah sakit milik pemerintah yang ada di Jawa Timur. Rumah sakit tersebut antara lain RSU dr Soedono Madiun, RSUD dr Saiful Anwar Malang, RS Menur Surabaya, dan RS Haji Surabaya.
 

Karwo menyebutkan keempat rumah sakit tersebut mengalami penurunan dalam kualitas pelayanan. Padahal, beberapa RS tersebut sempat menjadi unggulan, seperti RSU dr Soedono Madiun.

Tidak hanya gubernur, pada 2014 anggota dewan kota Surabaya juga menilai pelayanan RS milik Pemerintah Kota juga tidak optimal. Mereka menilai kualitas pelayanan RS seperti RSUD dr. Soewandhie dan RSUD Bhakti Dharma Husada hanya 50%. Pelayanan itu tidak hanya dari sisi keramahan pegawai, tetapi juga ketersediaan alat medis.

Menurut DPRD Kota Surabaya, banyak masyarakat yang tidak berani memprotes pelayanan buruk yang mereka terima karena kebanyakan mereka menggunakan kartu BPJS. Seringkali pasien pengguna BPJS hanya diam saja apabila mendapat perlakuan kasar pegawai rumah sakit.

Perlakuan kasar tersebut diamini oleh salah seorang netizen asal Surabaya. Meski tidak menjadi korban perlakuan kasar, Ananda, seorang ibu asal Surabaya menyaksikan pihak RS memperlakukan seorang pasien secara diskriminatif karena latar belakang kesukuannya.

Hal tersebut diungkapkan Ananda lewat sebuah forum di dunia maya. Ananda menceritakan ketika ia menjalani proses melahirkan lewat operasi caesar bebarengan dengan seorang pasien asal Madura. Menurutnya, perawat memperlakukan pasien tersebut dengan kasar dan dengan kata-kata pedas bernada tinggi. 

 

back to top