Menu
Bupati dan Walikota Harus Mengacu dengan Visi Misi Presiden

Bupati dan Walikota Harus Mengacu d…

Surabaya-KoPi| Bupati dan...

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis Soprema 2018 untuk Sociopreneur Muda dari 16 Provinsi Indonesia

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis S…

Jogja-KoPi| Rangkaian gel...

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi Bisa Dilatih

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi …

Jogja-KoPi| Pakar Manajem...

Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Prev Next

Dua warga Jepang mati atau bayar 200 juta dollar

Dua warga Jepang mati atau bayar 200 juta dollar

KoPI| ISIS menyandera dua orang Jepang dan meminta tebusan sebesar 200 juta dolar Amerika Serikat. ISIS memberikan tenggang waktu selama 72 jam. Demikian siaran yang ditujukan kepada Jepang melalui video yang diunggah 20 Januari 2015. 

Tindakan ini dilakukan sebagai aksi balas dendam ISIS terhadap Pemerintah Jepang yang mengumumkan dengan rasa bangga menyumbang 100 juta dolar Amerika Serikat untuk membunuh perempuan, anak-anak serta mengahncurkan rumah-rumah kaum muslimin.

Video yang diidentifikasi sebagai produk Al-Furqan itu menunjukkan dua pria Jepang berbaju orange berlutut dan seorang berbaju hitam yang menghunus pisau. Al-Furqan dikenal sebagai divisi media ISIS yang bertugas menjalankan propaganda.

Menanggapi ancaman warganya, Perdana Menteri Shinzo Abe langsung menggelar jumpa pers hari Selasa di Yerusalem. Abe juga membatalkan kunjungannya demi membuat kesepakatan dengan pelaku penyandraan. |MNC|

back to top