Menu
Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredaran Tembakau Gorila di Yogyakarta.

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredara…

Sleman-kopi| Direktorat R...

Keamanan di Bandara Adi Sutjipto Ketat Dengan Terjunnya 29 Ekor Anjing Pelacak dan Body Scanner.

Keamanan di Bandara Adi Sutjipto Ke…

Sleman-KoPi| Komandan sat...

Prev Next

Dua remaja Australia dicegah gabung dengan ISIS

Dua remaja Australia dicegah gabung dengan ISIS

Canberra-KoPi| Dua bersaudara warga Australia berusia 16 dan 17 dicegah keluar dari Bandara Sydney karena diduga akan bergabung dengan ISIS, kata Menteri Perlindungan Perbatasan Peter Dutton Minggu, 8 Maret 2015.

Pejabat itu tidak mengatakan ke mana tujuan anak muda ke Timur Tengah. Ia juga menolak mengatakan apa yang ditemukan di bagasi mereka yang menimbulkan kecurigaan dan dilaporkan ke unit anti terorosime di bandara.

"Kedua pria muda berusia 16 dan 17 adalah anak-anak, bukan pembunuh, dan mereka seharusnya tidak diperbolehkan untuk pergi ke negeri asing untuk berperang kemudian kembali ke tanah kami akhirnya lebih radikal," Dutton kepada wartawan.

"Orang tua anak-anak itu "seperti terkejut" ketika kami menemukan anak-anak mereka berusaha untuk meninggalkan Australia", kata Dutton.

Mereka berubah menjadi radikal melalui internet, kata Dutton. Namun Dutton juga tidak mengatakan siapa yang membelikan tiket mereka.

Pemerintah di seluruh dunia sedang mencoba untuk mencegah anak-anak remaja  pergi ke Irak-Suriah dan bergabung dengan kekhalifahan.

Australia tengah memperjuangkan undang-undang baru yang menjerat secara pidana dengan ancaman hukuman 10 tahun bila memasuki wilayah negara Islam tanpa alasan yang sah.

"Ini adalah dua pemuda Australia yang tersesat, mereka lahir dan dibesarkan di  Australia, sekolah di sini, dibesarkan di sini, menyerap nilai-nilai kami, namun tampaknya mereka tergoda kultus kematian dan mereka berada di ambang yang mengerikan dan berbahaya, "kata Perdana Menteri Tony Abbott pada wartawan."

"Saya senang mereka dapat dicegah dan pesan saya kepada siapa saja yang mendengarkan kultus kematian, tutup telinga Anda. Jangan mulai berpikir Anda dapat meninggalkan" Australia, tambahnya.

Pemerintah mengatakan bulan lalu setidaknya 90 warga Australia berjuang dan mendukung kelompok-kelompok teroris di Irak dan Suriah dan paspor mereka dibatalkan. Lebih dari 20 warga Australia tewas.|AP

back to top