Menu
Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi | Balai Penyel...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Gerakan Filantropi Islam Sebagai Deradikalisasi

Gerakan Filantropi Islam Sebagai De…

Sleman-KoPi| Dewasa ini, ...

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adalah Persatuan dan Kesatuan

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adala…

Jatim-KoPi| Salah satu ku...

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehakiman Masih Berpusat Pada Institusi Bukan Hakim Secara Personal

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehak…

Sleman-KoPi|Kemerdekaan k...

Merapi Naik ke Status Waspada, Gempa Tremor dan Vulkanik Sempat Muncul Saat Letusan Freaktif.

Merapi Naik ke Status Waspada, Gemp…

Jogja-KoPi|Setelah Gunung...

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi | Gunung Merap...

Prev Next

Drama Kecil-Kecil Cabai Rawit

Drama Kecil-Kecil Cabai Rawit

"Di sebuah kampung yang bernama Kampung Asem Baris ada sekumpulan pemuda-pemudi yang saban pagi, siang, sore, dan malam bermain bersama di sebuah taman biasa disebut "Taman Kampung Asem Baris."

Di antara remaja tersebut ada seorang gadis cantik jelita pujaan Kampung Asem Baris bernama Si Hindun yang menjadi rebutan pemuda Kampung Asem Baris. Termasuk Si Dedi anak juragan bawang dan Si Somad "anak pindahan" yang bijak, baik, dan sopan.

Ia ikut bersaing dan bertengkar dalam memikat hati Si Hindun. Terjadilah konflik tak berkesudahan, dimana yang semula Kampung Asem Baris tenteram dan damai berubah menjadi petaka. Dan bagaimana kisah selanjutnya?"

SELAMAT MENYAKSIKAN "KECIL-KECIL SI CABE RAWIT"

"EH SELAMAT DATANG, EH PARA PENONTON, EH BERSAMA KAMI, ANAK-ANAK TOPENG BETAWI"

Begitulah ringkasan lakon "Kecil-Kecil Si Cabe Rawit" yang dipentaskan oleh Grup SIRIH KUNING salah satu peserta Pelatihan Seni Teater Tahun 2016 yang diselenggarakan oleh Pusat Pelatihan Seni Budaya - Unit Pelayanan Latihan Kesenian Jakarta Selatan, Rabu-Selasa, 11-24 Mei 2016, Jl. Asem Baris No. 100, Kebon Baru, Tebet, Jakarta Selatan.

Dengan Peserta Siswa/i SMK 57, SMK 28 Oktober, SMK Al Hidayah Lestari. Dan dibimbing oleh pelatih/asisten yang berpengalaman dibidangnya, seperti : Dindon WS, Atien Kisam, Nasir Mupid, Agus Talita, Abdul Aziz, Hanz Crew.

Turut hadir Ka Pusat Pelatihan Seni Budaya DKI Jakarta, Ka Unit Latihan Kesenian Jakarta Selatan, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta, Sudin Pariwisata dan Kebudayaan Jakarta Selatan, Pengelola RPTRA Se Jakarta Selatan, Guru/Murid SMK 57, SMK 28 Oktober, SMK Al Hidayah Lestari.

Semua penonton merasa terhibur dengan suguhan tontonan segar para peserta pelatihan dan sangat luar biasa karena selama 10 hari latihan dapat menghasilkan seni pertunjukan yang menggabungkan beberapa bidang seni tradisi Betawi, seperti : topeng, blantek, gambang kromong, sirih kuning, yang sangat memukau.

Dengan demikian harus ada apresiasi serius, komitmen, disiplin tinggi, sehingga harus segera serta layak ditampilkan kembali di pusat-pusat kebudayaan dalam/luar negeri. Tentunya nanti peserta akan dipersiapkan menjadi yang terbaik dalam seni pertunjukan.

Semua harus bangga serta berkeinginan bahwa dengan media seni pertunjukan dapat menjadi alternatif dalam membangun masyarakat Jakarta jauh dari narkoba, tawuran, aids, radikalisme, terorisme. Semua pihak harus terus mensuport dalam hal ini. |Abdul Aziz

back to top