Menu
Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen Air Hujan

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen A…

Jogja-KoPi| Pakar Hidrolo...

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkatan Kompetitifitas Produk Agrikultur

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkat…

Bantul-KoPI|Pada tahun 20...

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

Oleh Moh. Mudzakkir(Dosen...

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi Swasta Sumbangkan Kaum Intelektual di Jatim

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi …

Surabaya-KoPi| Sebanyak 2...

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar Banyak Terserang Ispa

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar …

Lombok-KoPi| Sebanyak 30 ...

Prev Next

Dr Zakir Naik: Muslim yang menyebut Al-quran mitos, mereka bodoh dan munafik

Dr Zakir Naik: Muslim yang menyebut Al-quran mitos, mereka bodoh dan munafik

Bantul-KoPi | Muslim yang mengatakan Al-Quran hanya mitos berarti mereka bukan muslim, mereka munafik. “Tidak boleh seorang muslim mengatakan bahwa Al-quran itu mitologi, jika ada maka mereka bukan muslim atau munafik,” tegas Dr Zakir Naik saat jumpa pers kuliah umum Religion as an Agent of Mercy and Peace di Sportarium Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Senin(3/4).

Alquran sebagai mitologi sendiri merupakan paham yang disuarakan oleh Islam Liberal Indonesia, khususnya Ulil Abshar Abdalla. Dari akun Twitter Ulil Abshar Abdalla tanggal 8 Februari 2016, Ulil Abshar Abdalla membela gerakan LGBT (Lesbian, Gay, Biseks, dan Trans Gender) dan mengatakan bahwa Alquran adalah mitos. Menanggapi hal tersebut Dr Zakir menegaskan bahwa mereka tidak tunduk kepada Allah dan Al-Quran.

“Sebuah mitologi adalah suatu cerita yang tidak nyata, tidak masuk akal, tidak bisa dibuktikan secara ilmiah. Al-quran bukanlah seperti itu, Al-quran memiliki bukti yang autentik, nyata serta berisikan segala hal yang harus dilakukan oleh umat muslim”, tambahnya.

Selain itu, Dr Zakir Naik juga menjelaskan di dalam Al-Quran terdapat banyak ilmu yang bisa diambil. seperti ilmu pengetahuan alam, sosial, politik, astronomi, dan sejarah. Sedangkan, muslim yang menyebutkan Al-quran sebagai benda miotologis menunjukan bahwa ilmu pengetahuannya rendah.

“Mereka yang menyebutkan bahwa Al-quran itu mitologi, justru menunujukan bahwa mereka memiliki ilmu pengetahuan yang rendah, ada banyak ilmu pengetahuan yang bisa digali pada Al-Quran. Di dalamnya juga banyak bukti ilmiah yang bisa diambil. Tanpa memiliki ilmu pengetahuan yang cukup, mereka cenderung tidak mengetahui arti kebenaran sesungguhnya,”ujarnya.

Dr Zakir juga menambahkan pemimpin yang tidak berani mendalami dan menerapkan Al-quran jutstru dapat mengancam masyarakatnya dan mengganggu kedamaian yang sedang dibangun oleh Islam.

“Permasalahan Pemimpin muslim saat ini banyak yang tidak berani menerapkan aturan di dalam Al-Quran yang secara jelas melarang meminum alkohol, hal ini justru membahayakan rakyatnya, padahal jika melihat secara nyata Alkohol itu merusak dan merupakan penyakit, mereka (pemimpin) terlalu takut untuk menerapkan aturan Al-Quran,” ujarnya mencontohkan.

Hal tersebut juga dikarenakan banyak reduksi yang dilakukan terhadap penafsiran Al-quran. Untuk itu Dr Zakir juga menambahkan bagaimana seharusnya muslim dan pemimpin Islam melakukan penafsiran yang benar dan tepat terhadap Al-Quran.

Menurutnya orang-orang yang pantas menafsirkan Al-quran adalah mereka yang menguasai dua bahasa yaitu bahasa Arab yang murni dan bahasa yang akan mereka gunakan untuk menafsirkan. Lanjutnya, orang tersebut harus mempunyai ilmu agama Islam yang bagus, serta mengetahui hadits dan semua sunnah rasul. Terkahir mereka harus tahu betul mana yang benar dan mana yang salah.

“Akan semakin sempruna jika orang tersebut mengetahui latar belakang Al-quran atau surat itu diturunkan, dimana diturunkan dan kondisi yang terjadi saat itu, pungkasnya.|Syidiq Syaiful Ardli

back to top