Menu
Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Gerakan Filantropi Islam Sebagai Deradikalisasi

Gerakan Filantropi Islam Sebagai De…

Sleman-KoPi| Dewasa ini, ...

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adalah Persatuan dan Kesatuan

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adala…

Jatim-KoPi| Salah satu ku...

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehakiman Masih Berpusat Pada Institusi Bukan Hakim Secara Personal

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehak…

Sleman-KoPi|Kemerdekaan k...

Prev Next

Dr. Setyadewi Lusyati, SpA(K), Ph.D : Bayi Aset Bangsa

Dr. Setyadewi Lusyati, SpA(K), Ph.D : Bayi Aset Bangsa

Jakarta-KoPi, Perempuan cantik dan ramah ini bernama Setyadewi Lusyati (48 ) . Biasa disapa sebagai dokter Lusy. KoPi menemuinya di salah satu ruang Rumah Sakit Anak dan Bunda Harapan Kita Jakarta. Saat ini ia menjabat sebagai Ketua Tim Dokter Perinatologi NICU (Neonatal Intensive Care Unit) RSAB Harapan Kita Jakarta. Pada tahun 2007, gelar Ph.D ia peroleh dari Universitas Rijks Groningen,Belanda. Dengan Disertasi Neonatal Sepsis in New Born ( Incedence-nfection markers-Antibiotics).

Jauh sebelumnya di tahun 1999 dokter spesialis anak ia dapatkan dari Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran Bandung. Beberapa penghargaan internasional juga mewarnai perjalanan inteletualitasnya. Diantaranya adalah penghargaan atas pendidikan dan riset tentang neotanologi dari Nestlle Nutrition Institute Swistzerland ( 2005 ).

Perbincangan mengalir bersamaan dengan guyur hujan di Jakarta. Dokter Lusy mengawali obrolan dengan bercerita tentang pilihan hidupnya sebagai dokter.

“Saya terinpirasi dan termotivasi ketika membaca buku Florence Nightigale saat masih sekolah menengah pertama. Beliau seorang perawat kebangsaan Inggris yang mendedikasikan hidupnya pada kemanusiaan. Merawat korban-korban perang. Entah mengapa, kemudian saya tertarik juga mengabdikan diri di dunia sosial. Sejak itu saya memutuskan menjadi seorang dokter, “ kisahnya.

Ibu dua anak ini, kemudian bercerita merasa sangat beruntung mendapatkan tempat yang tepat ketika diterima di Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya pada tahun 1984. Di sana ia memperoleh banyak tempaan ilmu. Dokter Lusy menyelesaikan studinya dan memperoleh profesi dokter di tahun 1990.

Setelah menjadi dokter, ia memilih Timor-Timur menjadi wilayah pengabdian awalnya. Pilihan ini tidak saja membuatnya menjadi lebih merasa dekat dengan masayarkat kecil pinggiran, namun juga menjadi memudahkannya mendapatkan jenjang keilmuan yang lebih tinggi. Di tahun 2001 setelah menyelesaikan pendidikan spesialis anak, Dokter Lusy bertugas di Ende, Flores sebagai dokter anak. Kemudian masih ditahun 2002 hingga sekarang ia mulai bertugas d RSAB Harapan Kita Jakarta.

Aset Bangsa

Neonatalogy, jelas dokter Lusy, merupakan bagian dari pedriati (ilmu kesehatan anak) yang khusus menangani bayi awal lahir hingga usia 28 hari. Bayi-bayi yang membutuhkan penangan khusus karena pelbagai hal termasuk bayi prematur. Mereka membutuhkan perlakuan dan perawatan khusus.

Di Indonesia, RSAB Harapan Kita adalah rumah sakit yang memiliki dokter yang senantiasa stand by selama 24 jam, ujar dokter Lusy.

“kebijakan ini sudah ditetapkan sejak tahun 1990-an lalu oleh RSAB Harapan Kita,” jelasnya. “Rumah Sakit mewajibkan dokter jaga selama 24 jam,” tambahnya.

Menurutnya kebijakan ini berbasiskan pada kesadaran kita bahwa bayi merupakan aset sebuah bangsa yang harus dijaga secara intensif. Tetapi, idealnya semua rumah sakit mestinya seperti itu. Kerja dokter adalah kerja kemanusiaan yang harus peka dan punya empati terhadap penderitaan orang lain.

“Bayi itu adalah tunas bangsa. Mereka adalah calon-calon pemimpin bangsa. Kita mesti peduli dan memahami bahwa banyak kemungkinan baik lahir untuk bangsa ini bersamaan dengan lahirnya bayi-bayi ini. “

Namun, sayangnya masih banyak orang tua di Indonesia yang belum memahami betapa riskanya bayi yang baru lahir. Bahkan banyak diantara mereka, diantara orang-orang kaya bersikap pelit terhadap kesehatan bayi mereka.

“Untuk itu kita harus senantisa melakukan kampanye kesadarankepada masyarakat luas betapa pentingnya peran dokter dalam kehidupan, di dalamnya ya pediatri dan Neotalogy dalam menjaga aset-aset bangsa ini.”

Lebih dari dua puluh tahun mengabdi sebagai dokter, dokter Lusy punya harapan besar terhadap dunia kedokteran Indonesia yang lebih baik. Terutama peran pedriaty dan neotalogy dalam menjaga kesehatan anak-anak Indoneisa. Menjaga kesehatan anak sama halnya menjaga masa depan bangsa.**

back to top