Menu
Gunung Merapi Berpeluang Alami Letusan Efusif Yang Aman.

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letu…

Jogja-KoPi| Kepala Balai ...

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di Proses Magmatisnya.

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di…

Jogja-KoPi| Balai Penyeli...

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Gerakan Filantropi Islam Sebagai Deradikalisasi

Gerakan Filantropi Islam Sebagai De…

Sleman-KoPi| Dewasa ini, ...

Prev Next

dr. Indra Yuliati, SpOG : Kanker serviks bisa dicegah

dr. Indra Yuliati, SpOG : Kanker serviks bisa dicegah

Sub Judul

Surabaya-KoPi, Kanker Serviks masih menjadi salah satu penyakit yang banyak diderita oleh perempuan di Indonesia. Tercatat di WHO bahwa penderita kanker serviks bertambah 1 orang setiap jamnya di Indonesia. Hal yang patut disayangkan karena sebenarnya kanker serviks memiliki rasio pencegahan yang paling tinggi daripada jenis kanker yang lainnya. Dr.Indra Yuliati yang ditemui di sela-sela Seminar “Awam Kanker Serviks : Aspek Klinis” di Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Kendangsari (21/4/14) memberikan pernyataannya mengenai pentingnya tindakan preventif untuk mengetahui kanker serviks sejak dini.

Terlambatnya tindakan pencegahan terhadap kanker serviks masih menjadi kendala terbesar di Indonesia. Kanker serviks sebenarnya adalah salah satu jenis kanker yang paling memungkinkan untuk dicegah karena hampir 99,7% diketahui disebabkan oleh virus Human Papiloma Virus (HPV tipe 16 dan 18), dan dengan diketahui virus penyebab kanker serviks maka penangan berupa pemberian vaksin bisa dilakukan. Keterlambatan masyarakat dalam melakukan pencegahan kanker serviks ini yang menjadi penyebab kematian tertinggi nomor 2 pada wanita Indonesia. 

Kanker serviks adalah penyakit keganasan yang rentan diderita oleh wanita. Keganasan terjadi pada leher rahim (serviks) yang merupakan bagian terendah dari rahim yang menonjol ke vagina. Kanker serviks terjadi dimana sel normal di serviks berubah menjadi sel kanker.  Perubahan ini biasanya terjadi dalam jangka waktu 3-20 tahun. Oleh karena itu deteksi sejak dini sangat diperlukan untuk menghindari terjadinya kanker serviks.  

“Terjangkitnya kanker serviks pada wanita itu terjadi dalam rentang waktu yang lama, antara 3 sampai 20 tahun dan hampir tidak disertai gejala, jadi itu yang membuat masyarakat lengah dan enggan memeriksakan kondisinya, setelah stadium lanjut baru periksa. Nah itu, yang susah.” Ujar Dr. Indra.

back to top