Menu
Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran Soprema 2018

Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran…

Jogja-KoPi| Kegiatan Inku...

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY Adakan Lomba Jemparingan

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY…

Jogja-KoPi| Universitas A...

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​Web-Professional Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​…

Yogyakarta, 25 September ...

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo Ingatkan Dua Fungsi Sekda

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo I…

Surabaya-KoPi| Sesuai UU ...

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi Paham Radikal

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi …

 JogjaKoPi| Kepala B...

Bupati dan Walikota Harus Mengacu dengan Visi Misi Presiden

Bupati dan Walikota Harus Mengacu d…

Surabaya-KoPi| Bupati dan...

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis Soprema 2018 untuk Sociopreneur Muda dari 16 Provinsi Indonesia

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis S…

Jogja-KoPi| Rangkaian gel...

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi Bisa Dilatih

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi …

Jogja-KoPi| Pakar Manajem...

Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Prev Next

DPRD Jatim ingin peternak sapi Jatim lebih profit oriented

DPRD Jatim ingin peternak sapi Jatim lebih profit oriented
Surabaya-KoPi| Belajar dari kejadian mogoknya pedagang daging di Jakarta hingga membuat harga daging sapi melonjak, DPRD Provinsi Jawa Timur bertekad untuk meningkatkan kesejahteraan peternak sapi. Hal itu agar Jawa Timur tak harus bergantung pada sapi impor dan dapat memenuhi kebutuhan daging dari peternak lokal.
 

Anggota Komisi B DPRD Jatim, Subianto, Selasa (1/9) mengatakan, kesejahteraan peternak sapi dapat ditingkatkan melalui pelatihan. Ia menyebutkan, pihaknya sudah melakukan pembicaraan awal dengan Pemprov Jatim untuk realisasi pusat pelatihan tersebut. 

"Selama ini peternak sapi di Jawa Timur menjadikan kegiatan beternak sapi hanya sebagai pekerjaan sambilan. Dengan adanya pusat pelatihan ini, diharapkan peternak bisa mengubah paradigma mereka menjadi bisnis murni yang menguntungkan," ujarnya.

Ia menjelaskan, saat ini peternakan sapi milik masyarakat masih banyak yang dikelola tanpa berorientasi pada profit. Para peternak tradisional tersebut tidak memiliki naluri bisnis untuk bisa mengembangkan peternakan mereka menjadi lebih besar. 

Atas dasar itu, para peternak perlu didorong agar lebih profit oriented atau mengembangkan bisnis peternakan. DPRD Jawa Timur ingin mendorong Dinas Peternakan untuk berperan penuh pada pelatihan tersebut. 

“Nanti kita dorong dari Dinas Peternakan Jatim, agar peternak itu mendapat bimbingan dan pelatihan sebagai pengusaha. Jadi punya sapi bukan hanya untuk sambilan saja, tapi bisa jadi mata pencaharian utama," ujarnya.

Menurut Subianto, bidang peternakan di Jatim punya potensi yang bagus, apalagi di daerah yang memiliki banyak hijauan rumput untuk stok pakan ternak. Subianto berharap pada tahun 2016 nanti, program peningkatan naluri bisnis peternak di pedesaan itu bisa dimulai melalui stimulus anggaran dari provinsi.

back to top