Menu
Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi| Gunung Merapi...

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran Persediaan Beras, Gula, dan Minyak Goreng di Yogyakarta Aman.

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran …

Jogja-KoPi| Perum Bulog d...

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Prev Next

DPRD Jatim ingin peternak sapi Jatim lebih profit oriented

DPRD Jatim ingin peternak sapi Jatim lebih profit oriented
Surabaya-KoPi| Belajar dari kejadian mogoknya pedagang daging di Jakarta hingga membuat harga daging sapi melonjak, DPRD Provinsi Jawa Timur bertekad untuk meningkatkan kesejahteraan peternak sapi. Hal itu agar Jawa Timur tak harus bergantung pada sapi impor dan dapat memenuhi kebutuhan daging dari peternak lokal.
 

Anggota Komisi B DPRD Jatim, Subianto, Selasa (1/9) mengatakan, kesejahteraan peternak sapi dapat ditingkatkan melalui pelatihan. Ia menyebutkan, pihaknya sudah melakukan pembicaraan awal dengan Pemprov Jatim untuk realisasi pusat pelatihan tersebut. 

"Selama ini peternak sapi di Jawa Timur menjadikan kegiatan beternak sapi hanya sebagai pekerjaan sambilan. Dengan adanya pusat pelatihan ini, diharapkan peternak bisa mengubah paradigma mereka menjadi bisnis murni yang menguntungkan," ujarnya.

Ia menjelaskan, saat ini peternakan sapi milik masyarakat masih banyak yang dikelola tanpa berorientasi pada profit. Para peternak tradisional tersebut tidak memiliki naluri bisnis untuk bisa mengembangkan peternakan mereka menjadi lebih besar. 

Atas dasar itu, para peternak perlu didorong agar lebih profit oriented atau mengembangkan bisnis peternakan. DPRD Jawa Timur ingin mendorong Dinas Peternakan untuk berperan penuh pada pelatihan tersebut. 

“Nanti kita dorong dari Dinas Peternakan Jatim, agar peternak itu mendapat bimbingan dan pelatihan sebagai pengusaha. Jadi punya sapi bukan hanya untuk sambilan saja, tapi bisa jadi mata pencaharian utama," ujarnya.

Menurut Subianto, bidang peternakan di Jatim punya potensi yang bagus, apalagi di daerah yang memiliki banyak hijauan rumput untuk stok pakan ternak. Subianto berharap pada tahun 2016 nanti, program peningkatan naluri bisnis peternak di pedesaan itu bisa dimulai melalui stimulus anggaran dari provinsi.

back to top