Menu
Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Prev Next

DPRD Jatim ingin peternak sapi Jatim lebih profit oriented

DPRD Jatim ingin peternak sapi Jatim lebih profit oriented
Surabaya-KoPi| Belajar dari kejadian mogoknya pedagang daging di Jakarta hingga membuat harga daging sapi melonjak, DPRD Provinsi Jawa Timur bertekad untuk meningkatkan kesejahteraan peternak sapi. Hal itu agar Jawa Timur tak harus bergantung pada sapi impor dan dapat memenuhi kebutuhan daging dari peternak lokal.
 

Anggota Komisi B DPRD Jatim, Subianto, Selasa (1/9) mengatakan, kesejahteraan peternak sapi dapat ditingkatkan melalui pelatihan. Ia menyebutkan, pihaknya sudah melakukan pembicaraan awal dengan Pemprov Jatim untuk realisasi pusat pelatihan tersebut. 

"Selama ini peternak sapi di Jawa Timur menjadikan kegiatan beternak sapi hanya sebagai pekerjaan sambilan. Dengan adanya pusat pelatihan ini, diharapkan peternak bisa mengubah paradigma mereka menjadi bisnis murni yang menguntungkan," ujarnya.

Ia menjelaskan, saat ini peternakan sapi milik masyarakat masih banyak yang dikelola tanpa berorientasi pada profit. Para peternak tradisional tersebut tidak memiliki naluri bisnis untuk bisa mengembangkan peternakan mereka menjadi lebih besar. 

Atas dasar itu, para peternak perlu didorong agar lebih profit oriented atau mengembangkan bisnis peternakan. DPRD Jawa Timur ingin mendorong Dinas Peternakan untuk berperan penuh pada pelatihan tersebut. 

“Nanti kita dorong dari Dinas Peternakan Jatim, agar peternak itu mendapat bimbingan dan pelatihan sebagai pengusaha. Jadi punya sapi bukan hanya untuk sambilan saja, tapi bisa jadi mata pencaharian utama," ujarnya.

Menurut Subianto, bidang peternakan di Jatim punya potensi yang bagus, apalagi di daerah yang memiliki banyak hijauan rumput untuk stok pakan ternak. Subianto berharap pada tahun 2016 nanti, program peningkatan naluri bisnis peternak di pedesaan itu bisa dimulai melalui stimulus anggaran dari provinsi.

back to top