Menu
Gunung Merapi Berpeluang Alami Letusan Efusif Yang Aman.

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letu…

Jogja-KoPi| Kepala Balai ...

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di Proses Magmatisnya.

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di…

Jogja-KoPi| Balai Penyeli...

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Gerakan Filantropi Islam Sebagai Deradikalisasi

Gerakan Filantropi Islam Sebagai De…

Sleman-KoPi| Dewasa ini, ...

Prev Next

DPRD DIY: Gini Ratio naik, Pemda DIY didorong membuka lapangan kerja lebih banyak

dprddiy

Jogja-KoPi|Komisi Dewan Perwakilan Daerah (DPRD) DIY, merespon rilis Badan Pusat Stastik DIY tentang meningkatnya Gini Ratio Yogyakarta pada bulan September 2017 lalu. DPRD menekankan bahwa kesenjangan perlu perhatian bersama dan diikuti program pemercepatan pengurangan angka kemiskinan.

"Kesenjangan pendapatan dan kesejahteraan yang terjadi di Daerah Istimewa Yogyakarta membutuhkan perhatian bersama. Langkah dan program kebijakan pemerintah perlu didorong untuk mempercepat dan mengurangi angka kemiskinan," tulis Eko Suwanto, Ketua Komisi A DPRD DIY dalam rilisnya di Yogyakarta, Rabu (3/1).

Eko pun menegaskan saat ini melihat besaran angka gini ratio 0.44 atau 0,440 naik dari 0.43 atau 0.432 ditriwulan 1 tahun 2017 di DIY memang mengejutkan semua pihak. Apalagi DIY saat ini sudah mendapatkan tambahan alokasi anggaran lewat dana keistimewaan yang dalam lima tahun terakhir sudah sebesar Rp 2.6 triliun.

"Tentu fakta ini mengejutkan mengingat selain APBD, juga ada tambahan danais 2.6 T dalam 5 tahun terakhir. Harus ada perencanaan yang lebih baik agar program kebijakan pemda lebih baik, " kata Politisi muda PDI Perjuangan ini.

Sehingga tahun 2018, Ia pun berharap kepada seluruh jajaran pemda DIY bisa mendorong dan menjalankan program kegiatan fokus untuk kesejahteraan rakyat.

Pembangunan pun juga diminta untuk diarahkan menciptakan lapangan kerja serta peningkatan pendapatan masyarakat. Pemda juga diharapkan Eko untuk memfasilitasi berbagai pendidikan dan pelatihan untuk melahirkan wirausaha baru atau pun memperkuat pelaku usaha yang telah ada.

"Melalui apa saja? Prioritas program, kegiatan dan anggaran untuk pemberdayaan petani, jasa perdagangan, pelaku umkm dan usaha jasa pariwisata. Kita harap sektor swasta bergerak khususnya usaha yang menyerap tenaga kerja. Kita percaya masyarakat jogja punya etos kerja yang hebat. Ayo kita dukung pemda lari cepat dalam laksanakan program untuk tingkatkan kesejahteraan masyarakat," pungkasnya.|Syidiq Syaiful Ardli

back to top