Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

DPR percaya Budi Gunawan mampu pimpin BIN

DPR percaya Budi Gunawan mampu pimpin BIN

Ketua DPR Ade Komaruddin meyakini calon kepala Badan Intelijen Negara, Komjen Polisi Budi Gunawan, memiliki kemampuan memimpin institusi intelijen itu karena kemampuannya sudah teruji.

"Saya percaya beliau memiliki kapasitas untuk itu," kata Ade di Gedung DPR, Jakarta, Jumat.

Dia menilai kapasitas BG selama ini sudah teruji selama berkarir sebagai polisi dan jabatan terakhir sebagai Wakil Kapolri. Menurut dia, DPR akan memproses pencalonan itu dengan baik dan lancar sesuai harapan semua pihak.

"Sekali lagi, AKD (alat kelengkapan dewan) akan memprosesnya dengan baik dan lancar sesuai dengan harapan," ujarnya.

Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menilai Presiden Joko Widodo memiliki hak prerogatif dalam menentukan siapa yang menjadi pembisik utamanya.

Menurut dia, kepala BIN adalah "mata" dan "telinga" Presiden sehingga sosok KaBIN harus orang kepercayaan Presiden. "Karena itu pertimbangan mengangkat kepala BIN cenderung tertutup, DPR hanya menguji dalam uji kelayakan dan kepatutan," kata Fahri.

Fahri percaya Presiden sudah berkomunikasi intensif dengan BG dan menurutnya, terkait masa lalu BG yang pernah diloloskan sebagai Kapolri namun tidak jadi dilantik, udah dituntaskan di tingkat Presiden.

"Saya pikir Presiden tidak mau ambil risiko tanpa bicara lebih dulu," ujar Fahri. |AntaraNews

back to top