Menu
Gunung Merapi Berpeluang Alami Letusan Efusif Yang Aman.

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letu…

Jogja-KoPi| Kepala Balai ...

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di Proses Magmatisnya.

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di…

Jogja-KoPi| Balai Penyeli...

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Gerakan Filantropi Islam Sebagai Deradikalisasi

Gerakan Filantropi Islam Sebagai De…

Sleman-KoPi| Dewasa ini, ...

Prev Next

DPR masih tarik-ulur RUU Disabilitas

DPR masih tarik-ulur RUU Disabilitas

Sleman-KoPi| Komisi VIII DPR tengah menggarap RUU Disabilitas. Pada Kamis (25/6), DPR mengadakan rapat dengar pendapat umum yang mengundang berbagai elemen masyarakat.Salah satu perwakilan SIGAB, Joni Yulianto mengatakan rapat DPR dua hari yang lalu mengumpulkan masukan terkait isu-isu penting disabilitas. Isu-isu ini nantinya akan masuk menjadi draft.

“Saya memberikan tiga isu penting yakni isu politik, isu akses terhadap keadilan hukum dan adanya jaminan sosial”, papar Joni saat menghadiri  MoU Rintisan Desa Inklusi di Sendangtirto, Sleman pukul 12.30 WIB.

Perkembangannya dewan akan menetapkan RUU disabilitas sebagai Hak inisiatif dewan. Untuk pengesahannya sendiri paling cepat masa sidang selanjutnya sekitar bulan September 2015.

Joni menambahkan rapat dengan RUU Disabilitas kemarin masih terjadi tarik-ulur isu-isu penting disabilitas.
“ Kemarin kurang terbaca responnya seperti apa, mereka ada yang menampung isu sebagai masukan. Walaupun beberapa anggota dewan juga menanggapi serius. Salah satunya isu hukum seperti kasus perlindungan anak. Ada respon yang cukup positif namun forum itu hanya mendengar pendapat”, papar Joni.

Proses perjuangan RUU Disabilitas dimulai sejak tahun 2012. Pada tahun 2013 ditetapkan sebagai prolegnas. Pembahasan RUU Disabilitas menjadi prolegnas pada 2013. Namun belum ada tindak lanjut, hingga pada tahun 2015 ini masuk prolegnas tahun 2015.  

Meski tengah menjadi pembahasan DPR, Joni dkk tetap melakukan pengawalan terhadap RUU disabilitas.
“ Kita tidak hanya menunggu keputusan September nanti. Pasalnya untuk mengawal isu-isu penting yang dikhawatirkan bebepaa poin penting diabaikan oleh anggota dewan”, pungkas Joni.

RUU Disabilitas akan menjadi pedoman sekaligus perlindungan bagi penyandang disabilitas. Selama ini kaum difabel selalu mengalami sikap diskriminatif terstruktur oleh kelembagaan. |Winda Efanur FS|

back to top