Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Dosis yang tepat untuk sang buah hati

Dosis yang tepat untuk sang buah hati

Irfan Ridlowi


New York-KoPi- Orangtua yang mengukur dosis obat dengan sendok teh atau sendok makan lebih besar kemungkinan  dapat membuat kesalahan daripada mereka yang menggunakan mililiter, penelitian baru mengatakan dalam sebuah terbitan di Pediatrics.

Menurut penelitian, sekitar 40 persen orangtua membagikan dosis yang salah, dan mereka yang mengukur dengan sendok teh atau sendok makan dua kali kemungkinan membuat kesalahan daripada mereka yang mengukur dalam mililiter. 

Salah satu alasan: "Istilah seperti 'sendok teh' dan 'sendok' tidak sengaja mendukung penggunaan sendok dapur, yang sangat bervariasi dalam ukuran dan membuat sulit bagi orangtua untuk mengukur dosis obat anak mereka secara akurat," kata H. Shonna Yin, MD, seorang penulis penelitian dan asisten profesor Pediatri dan kesehatan penduduk di New York University School of Medicine. 

Bingung dalam menentukan dosis obat juga dapat berasal dari petunjuk dokter atau apoteker yang berbeda. "Kadang-kadang, unit yang berbeda dari segi pengukuran, seperti mililiter, sendok teh, sendok makan yang digunakan secara bergantian sebagai bagian dari instruksi dosis," kata Dr Yin. "akan tetapi ukuran setiap sendok itu berbeda." 

Jika menggunakan unit pengukuran yang salah dapat menyebabkan masalah yang cukup serius. Pengukuran dosis obat menggunakan sendok besar kemungkinan sama seperti memberikan dua kali hingga lima kali dari dosis sesui perintah. Pemberian dosis obat yang berlebihan atau overdosis dapat menyebabkan diare, muntah, kejang, kesulitan bernapas, perdarahan internal, koma, dan banyak lagi. 

The American Academy of Pediatrics, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit, dan Institut untuk Pengamanan Praktek Pengobatan mendukung gerakan untuk menggunakan mililiter sebagai unit standar tunggal pengukuran semua obat cair anak. Beberapa hal yang dapat orangtua lakukan untuk memastikan jumlah obat yang benar setiap kali: 

1.Tanyakan kepada dokter atau apoteker untuk menggunakan mililiter ketika memberikan instruksi tentang dosis anak. 

2.Jangan gunakan sendok dapur untuk dosis obat. 

3.Tanyakan kepada dokter atau apoteker untuk penggunaan instrumen dosis standar.

4.Sebelum memberikan anak obat, periksa bahwa pengukuran sesuai dengan apa yang dikatakan petunjuk.

Sumber: fitpregnancy.com

back to top