Menu
Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Prev Next

Dosis yang tepat untuk sang buah hati

Dosis yang tepat untuk sang buah hati

Irfan Ridlowi


New York-KoPi- Orangtua yang mengukur dosis obat dengan sendok teh atau sendok makan lebih besar kemungkinan  dapat membuat kesalahan daripada mereka yang menggunakan mililiter, penelitian baru mengatakan dalam sebuah terbitan di Pediatrics.

Menurut penelitian, sekitar 40 persen orangtua membagikan dosis yang salah, dan mereka yang mengukur dengan sendok teh atau sendok makan dua kali kemungkinan membuat kesalahan daripada mereka yang mengukur dalam mililiter. 

Salah satu alasan: "Istilah seperti 'sendok teh' dan 'sendok' tidak sengaja mendukung penggunaan sendok dapur, yang sangat bervariasi dalam ukuran dan membuat sulit bagi orangtua untuk mengukur dosis obat anak mereka secara akurat," kata H. Shonna Yin, MD, seorang penulis penelitian dan asisten profesor Pediatri dan kesehatan penduduk di New York University School of Medicine. 

Bingung dalam menentukan dosis obat juga dapat berasal dari petunjuk dokter atau apoteker yang berbeda. "Kadang-kadang, unit yang berbeda dari segi pengukuran, seperti mililiter, sendok teh, sendok makan yang digunakan secara bergantian sebagai bagian dari instruksi dosis," kata Dr Yin. "akan tetapi ukuran setiap sendok itu berbeda." 

Jika menggunakan unit pengukuran yang salah dapat menyebabkan masalah yang cukup serius. Pengukuran dosis obat menggunakan sendok besar kemungkinan sama seperti memberikan dua kali hingga lima kali dari dosis sesui perintah. Pemberian dosis obat yang berlebihan atau overdosis dapat menyebabkan diare, muntah, kejang, kesulitan bernapas, perdarahan internal, koma, dan banyak lagi. 

The American Academy of Pediatrics, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit, dan Institut untuk Pengamanan Praktek Pengobatan mendukung gerakan untuk menggunakan mililiter sebagai unit standar tunggal pengukuran semua obat cair anak. Beberapa hal yang dapat orangtua lakukan untuk memastikan jumlah obat yang benar setiap kali: 

1.Tanyakan kepada dokter atau apoteker untuk menggunakan mililiter ketika memberikan instruksi tentang dosis anak. 

2.Jangan gunakan sendok dapur untuk dosis obat. 

3.Tanyakan kepada dokter atau apoteker untuk penggunaan instrumen dosis standar.

4.Sebelum memberikan anak obat, periksa bahwa pengukuran sesuai dengan apa yang dikatakan petunjuk.

Sumber: fitpregnancy.com

back to top