Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Dokter mata ini berani melakukan hal ini

Dokter mata ini berani melakukan hal ini
Nganjuk – KoPi | “Sudah beberapa tahun ini saya kesulitan melihat. Pandangan saya makin lama makin kabur. Dokter di puskesmas bilang saya kena katarak dan harus dioperasi. Lha saya bingung mau operasi di mana, di Nganjuk kan tidak ada rumah sakit khusus mata. Terus anak saya bilang, ‘Itu ada klinik mata baru di Warujayeng, klinik mata dokter Erry. Bisa operasi pakai laser’. Wah, kok canggih. Ya sudah, saya coba cek ke sini. Dan saya bersyukur, karena setelah operasi di klinik dr. Erry, penglihatan saya berangsur-angsur mulai membaik,” ujar Pak Sudirman, 61 tahun.

Siapa yang tak terenyuh mendengar pengalaman Sudirman? Sebagai masyarakat yang tinggal di kota kecil seperti Nganjuk, mendapat pelayanan kesehatan dengan teknologi canggih merupakan hal yang langka. Jika mereka ingin mendapat pelayanan kesehatan yang memadai, mereka harus pergi ke luar kota, seperti ke Surabaya.

Dr. Erry Dewanto, Sp.M., dokter spesialis mata dari klinik mata Erry Dewanto Center (EDC) mengatakan, ia berinisiatif mendirikan klinik spesialis mata di Warujayeng, Nganjuk, untuk memudahkan masyarakat mendapat pelayanan kesehatan.

“Dasarnya kan ingin mendekatkan pelayanan kepada masyarakat yang membutuhkan. Selama ini kan pelayanan kesehatan mata hanya terpusat di ibukota propinsi. Sekarang, EDC mencoba mengembangkan pelayanan berbasis pada kebutuhan. Di mana masyarakat banyak membutuhkan, di situlah kami datang,” ungkap Dr. Erry.

Dr. Erry menyebutkan, Kabupaten Nganjuk selama ini tidak memiliki klinik spesialis mata. Padahal angka katarak di Kabupaten Nganjuk termasuk tinggi. Hal itu diperparah dengan tidak adanya layanan kesehatan mata seperti klinik spesialis mata di Kabupaten Nganjuk. Kurangnya akses layanan kesehatan mata bisa jadi merupakan salah satu pendorong tingginya angka katarak di kabupaten ini.

Membuka klinik mata di tempat yang sebelumnya tidak pernah dilirik orang lain butuh keberanian besar. Namun, tekad Dr. Erry terbayarkan. Ia merasa bersyukur inisiatifnya dapat membantu masyarakat Nganjuk mendapat layanan kesehatan mata yang lebih baik. Dokter yang gemar mengadakan operasi katarak gratis itu mengatakan, penerimaan masyarakat Nganjuk terhadap klinik EDC sangat baik.

“Memang kebutuhan masyarakat terhadap klinik mata dengan peralatan canggih dan spesialis mata berkeahlian tinggi sangat besar. Selama ini kan pasien katarak di Nganjuk banyak yang tidak tersentuh. Harapan saya, keberadaan klinik EDC Warujayeng ini dapat menurunkan angka katarak di Kabupaten Nganjuk,” ujarnya. | Amanullah Ginanjar W.

back to top