Menu
Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredaran Tembakau Gorila di Yogyakarta.

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredara…

Sleman-kopi| Direktorat R...

Keamanan di Bandara Adi Sutjipto Ketat Dengan Terjunnya 29 Ekor Anjing Pelacak dan Body Scanner.

Keamanan di Bandara Adi Sutjipto Ke…

Sleman-KoPi| Komandan sat...

Prev Next

Dokter mata ini berani melakukan hal ini

Dokter mata ini berani melakukan hal ini
Nganjuk – KoPi | “Sudah beberapa tahun ini saya kesulitan melihat. Pandangan saya makin lama makin kabur. Dokter di puskesmas bilang saya kena katarak dan harus dioperasi. Lha saya bingung mau operasi di mana, di Nganjuk kan tidak ada rumah sakit khusus mata. Terus anak saya bilang, ‘Itu ada klinik mata baru di Warujayeng, klinik mata dokter Erry. Bisa operasi pakai laser’. Wah, kok canggih. Ya sudah, saya coba cek ke sini. Dan saya bersyukur, karena setelah operasi di klinik dr. Erry, penglihatan saya berangsur-angsur mulai membaik,” ujar Pak Sudirman, 61 tahun.

Siapa yang tak terenyuh mendengar pengalaman Sudirman? Sebagai masyarakat yang tinggal di kota kecil seperti Nganjuk, mendapat pelayanan kesehatan dengan teknologi canggih merupakan hal yang langka. Jika mereka ingin mendapat pelayanan kesehatan yang memadai, mereka harus pergi ke luar kota, seperti ke Surabaya.

Dr. Erry Dewanto, Sp.M., dokter spesialis mata dari klinik mata Erry Dewanto Center (EDC) mengatakan, ia berinisiatif mendirikan klinik spesialis mata di Warujayeng, Nganjuk, untuk memudahkan masyarakat mendapat pelayanan kesehatan.

“Dasarnya kan ingin mendekatkan pelayanan kepada masyarakat yang membutuhkan. Selama ini kan pelayanan kesehatan mata hanya terpusat di ibukota propinsi. Sekarang, EDC mencoba mengembangkan pelayanan berbasis pada kebutuhan. Di mana masyarakat banyak membutuhkan, di situlah kami datang,” ungkap Dr. Erry.

Dr. Erry menyebutkan, Kabupaten Nganjuk selama ini tidak memiliki klinik spesialis mata. Padahal angka katarak di Kabupaten Nganjuk termasuk tinggi. Hal itu diperparah dengan tidak adanya layanan kesehatan mata seperti klinik spesialis mata di Kabupaten Nganjuk. Kurangnya akses layanan kesehatan mata bisa jadi merupakan salah satu pendorong tingginya angka katarak di kabupaten ini.

Membuka klinik mata di tempat yang sebelumnya tidak pernah dilirik orang lain butuh keberanian besar. Namun, tekad Dr. Erry terbayarkan. Ia merasa bersyukur inisiatifnya dapat membantu masyarakat Nganjuk mendapat layanan kesehatan mata yang lebih baik. Dokter yang gemar mengadakan operasi katarak gratis itu mengatakan, penerimaan masyarakat Nganjuk terhadap klinik EDC sangat baik.

“Memang kebutuhan masyarakat terhadap klinik mata dengan peralatan canggih dan spesialis mata berkeahlian tinggi sangat besar. Selama ini kan pasien katarak di Nganjuk banyak yang tidak tersentuh. Harapan saya, keberadaan klinik EDC Warujayeng ini dapat menurunkan angka katarak di Kabupaten Nganjuk,” ujarnya. | Amanullah Ginanjar W.

back to top