Menu
Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredaran Tembakau Gorila di Yogyakarta.

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredara…

Sleman-kopi| Direktorat R...

Keamanan di Bandara Adi Sutjipto Ketat Dengan Terjunnya 29 Ekor Anjing Pelacak dan Body Scanner.

Keamanan di Bandara Adi Sutjipto Ke…

Sleman-KoPi| Komandan sat...

Prev Next

Dokter kecantikan dan estetika ini ternyata 'begitu'

foto: dr. Fifin Marini, M.Biomed pakar estetika dan anti aging dari Profira Clinic foto: dr. Fifin Marini, M.Biomed pakar estetika dan anti aging dari Profira Clinic

Surabaya–KoPi | Dokter ini menjadi perhatian masyarakat luas tidak hanya dari Surabaya namun nasional. Mengapa? Ternyata perhatian yang diberikan kepadanya karena pendekatan dalam melakukan penanganan kesehatan kulit, termasuk anti aging (anti penuaan), dan estetika.

Dokter ini adalah Dr. Fifin Marini, M.Biomed, aesthetic doctor dari Profira Clinic. Ia melihat bahwa manusia modern menghadapi berbagai tantangan lingkungan yang berbeda dari masa sebelumnya. Seiring dengan kemajuan jaman, berbagai efek negatif dari perkembangan industri seperti polusi dan perubahan gaya hidup juga berdampak besar pada manusia.

Saat manusia semakin berumur, radikal bebas yang menjadi polusi tersebut makin lama makin menumpuk dan merusak tubuh dari dalam. Efeknya, manusia jadi lebih mudah sakit dan lebih cepat terlihat tua. Sadar akan hal itu, masyarakat modern mulai peduli terhadap kesehatan untuk mencegah penuaan dini.

Dr. Fifin Marini, M.Biomed, aesthetic doctor dari Profira Clinic menyebutkan saat masyarakat memang sudah menyadari perlunya menerapkan pola hidup sehat. Namun hal itu sering kali bertabrakan dengan pandangan yang dianut masyarakat.

“Kita sudah berupaya menjaga makanan yang kita asup dengan tidak mau makan makanan ber-MSG, minyak berlebihan, kulit ayam, jerohan, dan sebagainya. Tapi saat makan dengan teman atau keluarga malah diajak dan didorong menikmati makanan itu. Alasannya, mumpung masih muda masih bisa menikmati, nanti kalau sudah tua sudah sakit tidak bisa menikmati,” jelas dr. Fifin sambil tertawa.

Sebenarnya mencegah penuaan dini bisa dilakukan dengan mudah, cukup mengenal apa yang baik dan yang buruk bagi tubuh kita. Dengan memulai pola hidup yang sehat, pola makan yang sehat.

“Istirahat dengan baik, jangan begadang. Karena tubuh kita punya bioritme. Malam hari adalah saat tubuh melakukan regenerasi sel-sel yang rusak. Tidur adalah cara mengoptimalkan perbaikan itu. Jika ritme tubuh dibalik, siang tidur, malam begadang, maka perbaikan tidak akan optimal dan justru merusak tubuh,” ungkap dr. Fifin.

Dokter cantik tersebut mengakui, sebenarnya tips mencegah penuaan dini sudah banyak tersebar di internet dan media sosial. Namun ada keterbatasan yang bisa dilakukan oleh manusia. Seperti keterbatasan waktu dan keterbatasan kemampuan mereka mencapai target yang diinginkan.

“Misalnya sudah diet dan mengatur pola makan, tapi tetap tidak berhasil menurunkan berat badan. Di sinilah tugas dokter kecantikan untuk menggali akar permasalahan yang dihadapi,” terang dr. Fifin.

Dokter estetika medis dengan keahlian anti-aging tersebut mengungkapkan salah satu keluhan yang paling banyak dikeluhkan dalam kedokteran estetika adalah penuaan dini. Ia sendiri mengambil bidang ilmu anti-aging karena untuk memahami bidang estetika medis secara lebih luas.

“Kedokteran Estetika sangat luas, namun untuk mengejar jenjang ilmu yang lebih tinggi harus memahami anti-aging. Ibarat payung, anti-aging mampu memayungi bidang ilmu yang jauh lebih besar,” tutur dr. Fifin.

Bagi dr. Fifin, ilmu estetika medis adalah sebuah art dan science dan bukan sebuah ilmu pasti. Setiap orang memiliki proporsi tubuh yang berbeda-beda, sehingga seorang dokter kecantikan harus mampu memahami bentuk tubuh ideal yang sesuai dengan proporsi orang tersebut.

“Seorang dokter kecantikan sendiri bisa menerapkan perlakuan dan judgement yang berbeda dengan dokter yang lain. Kalau saya misalnya, lebih suka melakukan injeksi botoks yang terlihat natural, sehingga orang lain tidak sadar bahwa pasien saya menjalani suntik botoks,” pungkasnya.

Ternyata dokter Fifin Marini 'begitu', yaitu memilih cara alami (natural) dalam menangani masalah kesehatan kulit dan estetika. |Ginanjar| 

back to top