Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredaran Tembakau Gorila di Yogyakarta.

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredara…

Sleman-kopi| Direktorat R...

Prev Next

Doa Imlek: Semoga keberuntungan untuk Indonesia

Doa Imlek: Semoga keberuntungan untuk Indonesia

Jogjakarta-KoPi| Sejak pagi pukul 08.00 WIB (8/2) masyarakat Tionghoa mendatangi Klentheng Gondomanan untuk bersembahyang. Suasana di Klenteng cukup sepi. Keramaian mulai terlihat pukul 11.00 WIB ke atas.

Perayaan tahun baru Imlek 2567 bertepatan dengan shio ke-9 monyet elemen api dan sifat Yang (kuat). Dalam shio monyet api masyarakat Tionghoa akan mendapat keberuntungan dari segala aspek kehidupan.

imlek2

Seperti yang diharapkan oleh Yenlisa (21), tahun baru ini memiliki banyak rejeki.

"Doanya rejeki lancar, dan keluarga sehat," tutur mahasiswi UGM tersebut.

Yenlisa menyayangkan perayaan Imlek di Jogjakarta tidak terlalu ramai. Keramaian hanya terpusat di komunitas Tionghoa seperti Kampung Ketandan komplek Malioboro.

imlek3

"Tidak bisa pulang kampung ke Medan, di sini perayaannya sepi, tidak seperti di rumah. Kalau tidak ke Vihara ke pusat Tionghoa sepi, kita merayakan bersama keluarga Budhis di sini," kata Yenlisa.

Sementara masyarakat Tionghoa Ananta Pidika (19) dan Stevan Sugianto (18) mengharapkan Indonesia menjadi negara yang memiliki toleransi yang tinggi.

"Bangsa kita yang kacau kemarin sekarang aman, tidak ada permusuhan dimana-mana. Saling menghormati, seperti kalau umat Islam merayakan Idul Fitri,"kata Stevan. |Winda Efanur FS|

back to top