Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Djayadi Hanan,Ph.D : Koalisi Merah Putih tidak akan bertahan

foto: Bewara.co foto: Bewara.co

Kali ini KoPi melakukan wawancara khusus dengan Dr. Djayadi Hanan. Peneliti dan pengamat politik Universitas Paramadina. Doktor jebolan Ohio University ini memaparkan pemikirannya secara padat, jelas dan jernih. Berikut adalah pendapat Djayadi Hanan berkenaan dengan wacana oposisi di Indonesia.

Tanya: Bagaimana konsep oposisi politik dalam demokrasi Indonesia?

Jawab: Oposisi difahami secara beragam oleh politikus Indonesia. Ada yang menganggapnya asing, karena merupakan bagian dari sistem parlementer. Ada yang menganggapnya sebagai penyeimbang terhadap pemerintah. Umumnya politikus Indonesia melihat oposisi sebagai sesuatu yang tak bisa dihindari karena sistem kepartaian yang terfragmentasi dan sistem presidensiil yang membuat presiden tidak tergantung kepada DPR. Juga karena tidak mungkin semua partai berada di belakang presiden agar fungsi pengawasan DPR bisa berjalan lebih baik. Kebanyakan politisi kita menganggap oposisi bukanlah berarti menolak semua yg dilakukan pemerintah. Artinya ada kebijakan kebijakan tertentu yg juga dapat didukung oleh oposisi. Secara akademis, oposisi dalam sistem presidensiil seperti Indonesia adalah semua partai yang mengambil posisi di luar pemerintahan.

Tanya: Apakah konsep tersebut telah dipraktikkan di Indonesia?

Jawab: Konsep oposisi tersebut sudah dipraktekkan di Indonesia sejak 2004 ketika sistem presidensiil (multipartai) murni sudah diterapkan. PDIP misalnya, terus menerus menjadi oposisi sejak 2004. Namun dlm beberapa kebijakan pdip mengambil posisi mendukung pemerintah. Dalam kasus penetapan APBN dan kebijakan tentang program program seperti BLT, PDIP mendukung pemerintah. Oposisi yg bersifat Adhoc bahkan dipraktekkan oleh partai pendukung pemerintah seperti kenaikan harga BBM

Tanya: Beberapa parpol yang awalnya menjadi rival dalam pilpres ingin masuk koalisi, mengapa demikian dan apakah etis?

Jawab:  Koalisi dalam pilpres berbeda dengan koalisi dalam membentuk dan menjalankan pemerintahan. Perbedaan dalam pilpres tidak mesti diterjemahkan sebagai saling beroposisi. Apalagi dalam konteks indonesia perbedaan antar pendukung capres bukanlah perbedaan ideologis, lebih banyak karena faktor personal calon. Jadi tidak ada penghalang berarti bagi partai yg kalah pilpres utk bergabung dengan presiden terpilih. Apalagi presiden terpilih memang memerlukan tambahan pendukung dalam koalisinya, seperti kasus SBY 2004 dan sekarang Jokowi. Tidak ada etika politik yang dilanggar, karena koalisi pilpres memang beda dgn koalisi untuk menjalankan pemerintahan.

Tanya: Oposisi seolah belum bukan tradisi berpolitik di Indonesia, fenomena ini konstruktif atau destruktif pada demokrasi kita?

Jawab: Oposisi adalah tradisi politik yang sehat agar pemerintahan berjalan lebih berimbang dan tidak didominasi presiden/eksekutif. Berada di luar pemerintahan memungkinkan suatu partai lebih mudah bersikap kritis terhadap pemerintah.

Tanya: Prediksi Anda, apakah Gerindra, PKS, PPP dan parpol dalam koalisi merah putih bisa mempraktikkan oposisi politik konstruktif?

Jawab: Koalisi Gerindra atau merah putih tak akan bertahan bila Jokowi yang jadi presiden. Tidak ada alasan yangg cukup kuat yang dapat memelihara koalisi Gerindra bertahan. Tidak ada beda ideologi yg kuat dg kubu Jokowi. Tidak ada beda platform yang signifikan dengan Jokowi. Juga tidak cukup logistik untuk memelihara koalisi Gerindra bertahan. Maka partai partai pendukung Prabowo akan lompat, terutama Demokrat, Golkar, PAN, dan PPP. Hanya Gerindra dan PKS yang akan bertahan dan menjadi oposisi. Gerindra bertahan karena pimpinannya, Prabowo, tentu tak akan mau gabung dg Jokowi. PKS akan ditolak bergabung ke jokowi terutama oleh PDIP dan PKB. Dalam hal oposisi konstruktif, Gerindra sudah menunjukkannya selama lima tahun terakhir. Demikianlah.

back to top