Menu
Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Prev Next

Djarum Foundation dan Oei Hong Djien gelar pameran seni rupa

Djarum Foundation dan Oei Hong Djien gelar pameran seni rupa

Magelang,KoPi-OHD Museum bersama Bakti  Budaya Djarum Foundation menyelenggarakan pameran lukisan karya H Widayat yang berlangsung pada tanggal 26-31 Agustus 2014. Pameran berlangsung di tiga tempat yaitu OHD Museum Jalan Jenggolo 14 Magelang, Gedung OHD private collection di Jalan Gardu 3 Magelang dan Museum H Widayat di Jalan Soekarno Hatta Mungkid, Magelang.

Dalam pameran tersebut menampilkan 130 karya H Widayat milik keluarga Oei Hong Djien yang tidak pernah ditampilkan di depan publik.

Widayat merupakan salah seniman terbesar yang dimiliki Indonesia hingga saat ini. Kontribusinya sangat besar dalam dunia pendidikan seni rupa. Ia belajar di Jepang dari tahun 1960 hingga 1962. Kemudian mengajar di Asri dan ISI Yogyakarta selama 34 tahun. Widayat dikenal sebagai guru yang keras dan punya pengaruh terhadap murid-muridnya.  Seniman-seniman besar yang merasakan didikannya adalah Nyoman Gunarsa, Ivan Sagita, Heri Dono, Dadang Christanto dan Made Djirma.


Oei Hong Djien menjalin persahabatan yang erat dengan Widayat sejak lama. Dalam kurun waktu 14 tahun persahabatan mereka Oei Hong Djien telah mengoleksi karya sahabat yang ia kagumi sejak 1988.


"saya sangat kagum dengan karya- karya Widayat karena mempunyai pendekatan yang berbeda. Dalam hal "subyect matter" Widayat menggali dari kehidupan tradisional  dan primitif yang ia transformasikan menjadi karya modern. Ia menciptakan deformasi, komposisi dan tata warna yang unik. Ia menemukan sesuatu yang baru dalam wacana seni rupa Indonesia. Karena itu ia pantas disebut sebagai "Pioneer Number Four." Saya dan para pakar seni rupa sepakat menjajarkannya dengan pionir Affandi, S Sudjojono dan Hendra Gunawan," terangnya.


Dalam kesempatan pembukaan pameran tersebut Dr Oei Hong Djien dan DR Helena Spanjaard, ahli sejarah seni rupa kelahiran Belanda yang disertasinya membahas sejarah seni rupa  modern Indonesia -meluncurkan buku yang mereka tuis berjudul "Pioneer Number Four". Kata pengantar ditulis oleh putra Widayat sekaligus Direkyur Museum H Widayat, Fajar Purnomo Sidi.

back to top