Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

DIY akan terbebas dari demam berdarah melalui nyamuk dengan Wolbachia

DIY akan terbebas dari demam berdarah melalui nyamuk dengan Wolbachia

Sleman-KoPi| Sri Sultan Hamengku Buwono X optimis Yogyakarta terbebas dari demam berdarah bila pengembangan nyamuk dengan Wolbachia berhasil. Sultan juga merasa puas dengan hasil penelitian nyamuk Aedes Aegypti dengan Wolbachia di fasilitas penelitian Aedes aegypti (EDP) Yogyakarta di insektarium Sekip N 14. Nyamuk dengan Wolbachia ini tengah dikembangkan untuk menangkal Demam Berdarah.

Penelitian dalam pengembangan nyamuk dengan wolbachia ini akan dapat memutus rantai penyebaran virus DBD yang selanjutnya dapat diterapkan di masyarakat Yogyakarta.

"Kami berharap penelitian ini dapat memandulkan nyamuk sehingga tidak menyebarkan DB," ujar Sultan saat diwawancarai di depan gedung penelitian, Selasa (14/2).

Sultan mengatakan untuk 3 tahun, penelitian ini masih dalam tahap identifikasi di dua pedukuhan di Sleman yang sudah berbentuk nyamuk. Sementara di Bantul berbentuk telur. Hasilnya menunjukkan di dua pedukuhan itu ada penurunan kasus DBD.

Peneliti utama EDP-Yogya, Prof. Adi Utarini menjelaskan selama 2 fase percobaan yang sudah berjalan, ada penurunan penyakit DBD di wilayah Bantul dan Sleman. Sehingga Adi menarik kesimpulan semakin banyak Wolbachia pada nyamuk, maka penularannya semakin berkurang.

"Dengan percobaan sekali sudah memberikan hasil yang baik untuk memutus demam berdarah dan mampu menghambat virus dengue," ujarnya dengan antusias.

Penelitian juga melihat apakah ada resiko yang membayangi. Adi mengatakan berdasarkan penelitian tim pakar, pengembangan nyamuk ber-wolbachia minim atau beresiko rendah pada manusia, ekonomi, kesehatan dan lingkungan.

Untuk saat ini perkembangan nyamuk ber-Wolbachia belum tinggi, sehingga belum bisa memproteksi masyarakat dari demam berdarah secara keseluruhan. Adi menjelaskan untuk wilayah kota Wolbachia pada bulan Januari berjumlah 15%. Sementara untuk total seluruh DIY 60%. Namun, peneliti UGM menargetkan Maret sudah mencapai 80% wilayah nyamuk yang ber-Wolbachia.

Hal ini sejalan juga dengan harapan Sri Sultan Hamengkubuwono untuk tahun 2020 nanti seluruh DIY sudah bisa terlindungi nyamuk-nyamuk ber-Wolbachia.

"Sehingga nantinya seluruh DIY ini bisa dicover nyamuk produksi yang nantinya DIY menjadi minimal jumlah Penderita DBD,"pungkasnya. |Syidiq Syaiful Ardli|

back to top