Menu
Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen Air Hujan

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen A…

Jogja-KoPi| Pakar Hidrolo...

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkatan Kompetitifitas Produk Agrikultur

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkat…

Bantul-KoPI|Pada tahun 20...

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

Oleh Moh. Mudzakkir(Dosen...

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi Swasta Sumbangkan Kaum Intelektual di Jatim

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi …

Surabaya-KoPi| Sebanyak 2...

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar Banyak Terserang Ispa

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar …

Lombok-KoPi| Sebanyak 30 ...

Prev Next

DIY akan terbebas dari demam berdarah melalui nyamuk dengan Wolbachia

DIY akan terbebas dari demam berdarah melalui nyamuk dengan Wolbachia

Sleman-KoPi| Sri Sultan Hamengku Buwono X optimis Yogyakarta terbebas dari demam berdarah bila pengembangan nyamuk dengan Wolbachia berhasil. Sultan juga merasa puas dengan hasil penelitian nyamuk Aedes Aegypti dengan Wolbachia di fasilitas penelitian Aedes aegypti (EDP) Yogyakarta di insektarium Sekip N 14. Nyamuk dengan Wolbachia ini tengah dikembangkan untuk menangkal Demam Berdarah.

Penelitian dalam pengembangan nyamuk dengan wolbachia ini akan dapat memutus rantai penyebaran virus DBD yang selanjutnya dapat diterapkan di masyarakat Yogyakarta.

"Kami berharap penelitian ini dapat memandulkan nyamuk sehingga tidak menyebarkan DB," ujar Sultan saat diwawancarai di depan gedung penelitian, Selasa (14/2).

Sultan mengatakan untuk 3 tahun, penelitian ini masih dalam tahap identifikasi di dua pedukuhan di Sleman yang sudah berbentuk nyamuk. Sementara di Bantul berbentuk telur. Hasilnya menunjukkan di dua pedukuhan itu ada penurunan kasus DBD.

Peneliti utama EDP-Yogya, Prof. Adi Utarini menjelaskan selama 2 fase percobaan yang sudah berjalan, ada penurunan penyakit DBD di wilayah Bantul dan Sleman. Sehingga Adi menarik kesimpulan semakin banyak Wolbachia pada nyamuk, maka penularannya semakin berkurang.

"Dengan percobaan sekali sudah memberikan hasil yang baik untuk memutus demam berdarah dan mampu menghambat virus dengue," ujarnya dengan antusias.

Penelitian juga melihat apakah ada resiko yang membayangi. Adi mengatakan berdasarkan penelitian tim pakar, pengembangan nyamuk ber-wolbachia minim atau beresiko rendah pada manusia, ekonomi, kesehatan dan lingkungan.

Untuk saat ini perkembangan nyamuk ber-Wolbachia belum tinggi, sehingga belum bisa memproteksi masyarakat dari demam berdarah secara keseluruhan. Adi menjelaskan untuk wilayah kota Wolbachia pada bulan Januari berjumlah 15%. Sementara untuk total seluruh DIY 60%. Namun, peneliti UGM menargetkan Maret sudah mencapai 80% wilayah nyamuk yang ber-Wolbachia.

Hal ini sejalan juga dengan harapan Sri Sultan Hamengkubuwono untuk tahun 2020 nanti seluruh DIY sudah bisa terlindungi nyamuk-nyamuk ber-Wolbachia.

"Sehingga nantinya seluruh DIY ini bisa dicover nyamuk produksi yang nantinya DIY menjadi minimal jumlah Penderita DBD,"pungkasnya. |Syidiq Syaiful Ardli|

back to top