Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Divonis 10 tahun, turis pembunuh malah minum bir di penjara

Divonis 10 tahun, turis pembunuh malah minum bir di penjara
Bali – KoPi | Pengadilan Negeri Bali akhirnya menjatuhkan hukuman 10 tahun penjara pada Heather Mack dan 18 tahun penjara bagi Tommy Schaefer. Keduanya merupakan turis Amerika yang menjadi terdakwa dalam kasus pembunuhan ibu Mack, Sheila von Wiese-Mack pada Agustus 2014 lalu.
 

Kasus tersebut sempat menghebohkan Bali karena pelaku dan korban merupakan turis Amerika yang sedang berlibur di sana. Schaefer menghabisi von Wiese-Mack di dalam kamarnya di Hotel St. Regis. Setelah membunuh von Wiese-Mack, Mack dan Schaefer memasukkan jasadnya ke dalam koper dan meninggalkannya di bagasi sebuah taksi. 

Hakim menjatuhi Schaefer hukuman seperti yang diminta jaksa. Sementara Mack yang baru saja melahirkan dijatuhi hukuman lebih ringan dengan pertimbangan kemanusiaan. Baik jaksa dan pengacara kedua terdakwa meminta banding atas putusan tersebut.

Kedua terdakwa menunjukkan reaksi yang berbeda atas putusan hakim tersebut. Meskipun Mack awalnya menangis, namun kemudian ia kembali ceria dan menanggapi santai putusan tersebut. Bahkan para fotografer menangkap basah Mack meminum alkohol yang disamarkan dalam botol minuman ringan.

Lain lagi dengan Schafer. Kekasih Mack itu tampak berang dengan putusan hakim. Ia sempat melabrak para wartawan yang mengambil gambar dirinya.

Meski demikian, Mack merasa sedih karena ketika dirinya bebas, suaminya masih harus tetap berada di penjara. Ketika Mack keluar penjara, putrinya akan berusia 10 tahun. “Putri saya akan tumbuh jadi gadis kecil tanpa ayah ketika saya keluar dari penjara. Ia (Schaefer) tidak seharusnya mendapat hukuman seperti itu,” kata Mack.

Hakim mempertimbangkan permohonan pembela Mack untuk membiarkan Mack merawat bayinya yang berusia 1 bulan selama berada di penjara. Mack sendiri mendapat hukuman yang lebih ringan karena tidak ikut berperan langsung dalam pembunuhan tersebut. Ia membantu Schaefer menyembunyikan jasad ibunya karena panik. | Daily Mail

 

back to top