Menu
Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen Air Hujan

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen A…

Jogja-KoPi| Pakar Hidrolo...

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkatan Kompetitifitas Produk Agrikultur

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkat…

Bantul-KoPI|Pada tahun 20...

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

Oleh Moh. Mudzakkir(Dosen...

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi Swasta Sumbangkan Kaum Intelektual di Jatim

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi …

Surabaya-KoPi| Sebanyak 2...

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar Banyak Terserang Ispa

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar …

Lombok-KoPi| Sebanyak 30 ...

Prev Next

Divonis 10 tahun, turis pembunuh malah minum bir di penjara

Divonis 10 tahun, turis pembunuh malah minum bir di penjara
Bali – KoPi | Pengadilan Negeri Bali akhirnya menjatuhkan hukuman 10 tahun penjara pada Heather Mack dan 18 tahun penjara bagi Tommy Schaefer. Keduanya merupakan turis Amerika yang menjadi terdakwa dalam kasus pembunuhan ibu Mack, Sheila von Wiese-Mack pada Agustus 2014 lalu.
 

Kasus tersebut sempat menghebohkan Bali karena pelaku dan korban merupakan turis Amerika yang sedang berlibur di sana. Schaefer menghabisi von Wiese-Mack di dalam kamarnya di Hotel St. Regis. Setelah membunuh von Wiese-Mack, Mack dan Schaefer memasukkan jasadnya ke dalam koper dan meninggalkannya di bagasi sebuah taksi. 

Hakim menjatuhi Schaefer hukuman seperti yang diminta jaksa. Sementara Mack yang baru saja melahirkan dijatuhi hukuman lebih ringan dengan pertimbangan kemanusiaan. Baik jaksa dan pengacara kedua terdakwa meminta banding atas putusan tersebut.

Kedua terdakwa menunjukkan reaksi yang berbeda atas putusan hakim tersebut. Meskipun Mack awalnya menangis, namun kemudian ia kembali ceria dan menanggapi santai putusan tersebut. Bahkan para fotografer menangkap basah Mack meminum alkohol yang disamarkan dalam botol minuman ringan.

Lain lagi dengan Schafer. Kekasih Mack itu tampak berang dengan putusan hakim. Ia sempat melabrak para wartawan yang mengambil gambar dirinya.

Meski demikian, Mack merasa sedih karena ketika dirinya bebas, suaminya masih harus tetap berada di penjara. Ketika Mack keluar penjara, putrinya akan berusia 10 tahun. “Putri saya akan tumbuh jadi gadis kecil tanpa ayah ketika saya keluar dari penjara. Ia (Schaefer) tidak seharusnya mendapat hukuman seperti itu,” kata Mack.

Hakim mempertimbangkan permohonan pembela Mack untuk membiarkan Mack merawat bayinya yang berusia 1 bulan selama berada di penjara. Mack sendiri mendapat hukuman yang lebih ringan karena tidak ikut berperan langsung dalam pembunuhan tersebut. Ia membantu Schaefer menyembunyikan jasad ibunya karena panik. | Daily Mail

 

back to top