Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Divonis 10 tahun, turis pembunuh malah minum bir di penjara

Divonis 10 tahun, turis pembunuh malah minum bir di penjara
Bali – KoPi | Pengadilan Negeri Bali akhirnya menjatuhkan hukuman 10 tahun penjara pada Heather Mack dan 18 tahun penjara bagi Tommy Schaefer. Keduanya merupakan turis Amerika yang menjadi terdakwa dalam kasus pembunuhan ibu Mack, Sheila von Wiese-Mack pada Agustus 2014 lalu.
 

Kasus tersebut sempat menghebohkan Bali karena pelaku dan korban merupakan turis Amerika yang sedang berlibur di sana. Schaefer menghabisi von Wiese-Mack di dalam kamarnya di Hotel St. Regis. Setelah membunuh von Wiese-Mack, Mack dan Schaefer memasukkan jasadnya ke dalam koper dan meninggalkannya di bagasi sebuah taksi. 

Hakim menjatuhi Schaefer hukuman seperti yang diminta jaksa. Sementara Mack yang baru saja melahirkan dijatuhi hukuman lebih ringan dengan pertimbangan kemanusiaan. Baik jaksa dan pengacara kedua terdakwa meminta banding atas putusan tersebut.

Kedua terdakwa menunjukkan reaksi yang berbeda atas putusan hakim tersebut. Meskipun Mack awalnya menangis, namun kemudian ia kembali ceria dan menanggapi santai putusan tersebut. Bahkan para fotografer menangkap basah Mack meminum alkohol yang disamarkan dalam botol minuman ringan.

Lain lagi dengan Schafer. Kekasih Mack itu tampak berang dengan putusan hakim. Ia sempat melabrak para wartawan yang mengambil gambar dirinya.

Meski demikian, Mack merasa sedih karena ketika dirinya bebas, suaminya masih harus tetap berada di penjara. Ketika Mack keluar penjara, putrinya akan berusia 10 tahun. “Putri saya akan tumbuh jadi gadis kecil tanpa ayah ketika saya keluar dari penjara. Ia (Schaefer) tidak seharusnya mendapat hukuman seperti itu,” kata Mack.

Hakim mempertimbangkan permohonan pembela Mack untuk membiarkan Mack merawat bayinya yang berusia 1 bulan selama berada di penjara. Mack sendiri mendapat hukuman yang lebih ringan karena tidak ikut berperan langsung dalam pembunuhan tersebut. Ia membantu Schaefer menyembunyikan jasad ibunya karena panik. | Daily Mail

 

back to top