Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredaran Tembakau Gorila di Yogyakarta.

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredara…

Sleman-kopi| Direktorat R...

Prev Next

Divonis 10 tahun, turis pembunuh malah minum bir di penjara

Divonis 10 tahun, turis pembunuh malah minum bir di penjara
Bali – KoPi | Pengadilan Negeri Bali akhirnya menjatuhkan hukuman 10 tahun penjara pada Heather Mack dan 18 tahun penjara bagi Tommy Schaefer. Keduanya merupakan turis Amerika yang menjadi terdakwa dalam kasus pembunuhan ibu Mack, Sheila von Wiese-Mack pada Agustus 2014 lalu.
 

Kasus tersebut sempat menghebohkan Bali karena pelaku dan korban merupakan turis Amerika yang sedang berlibur di sana. Schaefer menghabisi von Wiese-Mack di dalam kamarnya di Hotel St. Regis. Setelah membunuh von Wiese-Mack, Mack dan Schaefer memasukkan jasadnya ke dalam koper dan meninggalkannya di bagasi sebuah taksi. 

Hakim menjatuhi Schaefer hukuman seperti yang diminta jaksa. Sementara Mack yang baru saja melahirkan dijatuhi hukuman lebih ringan dengan pertimbangan kemanusiaan. Baik jaksa dan pengacara kedua terdakwa meminta banding atas putusan tersebut.

Kedua terdakwa menunjukkan reaksi yang berbeda atas putusan hakim tersebut. Meskipun Mack awalnya menangis, namun kemudian ia kembali ceria dan menanggapi santai putusan tersebut. Bahkan para fotografer menangkap basah Mack meminum alkohol yang disamarkan dalam botol minuman ringan.

Lain lagi dengan Schafer. Kekasih Mack itu tampak berang dengan putusan hakim. Ia sempat melabrak para wartawan yang mengambil gambar dirinya.

Meski demikian, Mack merasa sedih karena ketika dirinya bebas, suaminya masih harus tetap berada di penjara. Ketika Mack keluar penjara, putrinya akan berusia 10 tahun. “Putri saya akan tumbuh jadi gadis kecil tanpa ayah ketika saya keluar dari penjara. Ia (Schaefer) tidak seharusnya mendapat hukuman seperti itu,” kata Mack.

Hakim mempertimbangkan permohonan pembela Mack untuk membiarkan Mack merawat bayinya yang berusia 1 bulan selama berada di penjara. Mack sendiri mendapat hukuman yang lebih ringan karena tidak ikut berperan langsung dalam pembunuhan tersebut. Ia membantu Schaefer menyembunyikan jasad ibunya karena panik. | Daily Mail

 

back to top