Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Disidang teman SMP, penjahat ini menangis di ruang sidang

Disidang teman SMP, penjahat ini menangis di ruang sidang
KoPi | Ruang sidang sepertinya bukan tempat yang tepat untuk reuni SMP. Tapi itulah yang terjadi pada Arthur Booth. Booth yang menjadi terdakwa perampokan disidang oleh Hakim Mindy Glazer, teman masa SMP-nya.
 

Saat itu Glazer hendak memulai sidang terhadap seseorang yang ditangkap dengan tuduhan perampokan. Namun ia sadar ia pernah melihat orang tersebut sebelumnya, yaitu di masa SMP bertahun-tahun lalu.

Glazer meminta terdakwa Arthur Booth berdiri dan bertanya apakah ia pernah bersekolah di SMP Nautilus, Florida. Booth menengadah dan membenarkan, lalu ia mengenali sang hakim.

Seketika itu Booth tersenyum lebar, namun sesaat kemudian ia sadar ia berada di keadaan yang sangat memalukan. Ia menutup mukanya dan menangis.

"Saya selalu bertanya-tanya apa yang terjadi pada Anda. Saya menyesal bertemu Anda di sini," kata Glazer.

"Dia adalah anak paling baik di SMP. Saya sering bermain sepak bola bersamanya," tambah Glazer ketika Booth tak bisa berhenti menangis.

Meski demikian Glazer tetap memberikan putusanyang obyektif. Ia menetapkan uang jaminan untuk Booth sebesar 44.000 dollar.

Sepupu Booth, Melissa Miller mengatakan, Booth sebenarnya siswa yang cerdas. Ia sempat mendapat beasiswa dan menjadi atlet sekolah. Namun narkoba merenggut kehidupannya dan Booth berubah menjadi kriminal.

Miller berharap reuni tak terduga antara Booth dengan Glazer tersebut menjadi panggilan agar Booth kembali ke jalan yang benar. | Daily Mail

back to top