Menu
Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Prev Next

Disetujui tes Ebola, mendeteksi Ebola dalam 3 jam

The logo of Swiss pharmaceutical company Roche is seen outside the Shanghai Roche Pharmaceutical Co. Ltd. headquarters in Shanghai May 22, 2014. The logo of Swiss pharmaceutical company Roche is seen outside the Shanghai Roche Pharmaceutical Co. Ltd. headquarters in Shanghai May 22, 2014.

Afrika Barat-KoPi| Penyebaran virus Ebola terus meningkat. Banyak korban yang terlihat sehat ternyata mengidap virus mematikan itu. Untuk membendung peyebaran virus Ebola para peneliti dari kesehatan Amerika Serikat menemukan alat tes virus Ebola.

Dilansir dari reuters, Roche Holding AG mengatakan pihak regulator kesehatan AS menyetujui alat tes virus Ebola. Tes ini berguna untuk menangani keadaan darurat wabah penyakit dari Afrika Barat itu.

The Food and Drug Administration (FDA) telah menyetujui Roche LightMix Ebola Zaire RRT-PCR telah diujikan kepada pasien gejala infeksi virus Ebola Zaire, kata produsen obat Swis.

Roche mengatakan tes LightMix dapat menunjukan hasil dalam waktu tiga jam. Sehingga pengobatan dapat secepatnya.

Di bawah pengawasan laboratorium tertentu di Amerika Serikat dan negara-negara lain telah diizinkan untuk menggunakan tes ini. Untuk jangka waktu terbatas mendeteksi jenis Ebola yang telah menyebar di Afrika Barat.

Sayangnya Tes, yang dibuat oleh TIB MOLBIOL GmbH dan didistribusikan oleh Roche, belum mendapat persetujuan oleh FDA untuk penggunaan umum.

Sementara data menunjukan korban tewas akibat Ebola telah meningkat menjadi 7.588 dari 19.497 kasus yang dicatat oleh epidemi tahun-di Afrika Barat, kata Organisasi Kesehatan Dunia mengatakan Rabu lalu. |reuters.com|Winda Efanur FS|

back to top