Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Disetujui tes Ebola, mendeteksi Ebola dalam 3 jam

The logo of Swiss pharmaceutical company Roche is seen outside the Shanghai Roche Pharmaceutical Co. Ltd. headquarters in Shanghai May 22, 2014. The logo of Swiss pharmaceutical company Roche is seen outside the Shanghai Roche Pharmaceutical Co. Ltd. headquarters in Shanghai May 22, 2014.

Afrika Barat-KoPi| Penyebaran virus Ebola terus meningkat. Banyak korban yang terlihat sehat ternyata mengidap virus mematikan itu. Untuk membendung peyebaran virus Ebola para peneliti dari kesehatan Amerika Serikat menemukan alat tes virus Ebola.

Dilansir dari reuters, Roche Holding AG mengatakan pihak regulator kesehatan AS menyetujui alat tes virus Ebola. Tes ini berguna untuk menangani keadaan darurat wabah penyakit dari Afrika Barat itu.

The Food and Drug Administration (FDA) telah menyetujui Roche LightMix Ebola Zaire RRT-PCR telah diujikan kepada pasien gejala infeksi virus Ebola Zaire, kata produsen obat Swis.

Roche mengatakan tes LightMix dapat menunjukan hasil dalam waktu tiga jam. Sehingga pengobatan dapat secepatnya.

Di bawah pengawasan laboratorium tertentu di Amerika Serikat dan negara-negara lain telah diizinkan untuk menggunakan tes ini. Untuk jangka waktu terbatas mendeteksi jenis Ebola yang telah menyebar di Afrika Barat.

Sayangnya Tes, yang dibuat oleh TIB MOLBIOL GmbH dan didistribusikan oleh Roche, belum mendapat persetujuan oleh FDA untuk penggunaan umum.

Sementara data menunjukan korban tewas akibat Ebola telah meningkat menjadi 7.588 dari 19.497 kasus yang dicatat oleh epidemi tahun-di Afrika Barat, kata Organisasi Kesehatan Dunia mengatakan Rabu lalu. |reuters.com|Winda Efanur FS|

back to top