Menu
Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi | Balai Penyel...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Gerakan Filantropi Islam Sebagai Deradikalisasi

Gerakan Filantropi Islam Sebagai De…

Sleman-KoPi| Dewasa ini, ...

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adalah Persatuan dan Kesatuan

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adala…

Jatim-KoPi| Salah satu ku...

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehakiman Masih Berpusat Pada Institusi Bukan Hakim Secara Personal

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehak…

Sleman-KoPi|Kemerdekaan k...

Merapi Naik ke Status Waspada, Gempa Tremor dan Vulkanik Sempat Muncul Saat Letusan Freaktif.

Merapi Naik ke Status Waspada, Gemp…

Jogja-KoPi|Setelah Gunung...

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi | Gunung Merap...

Prev Next

Disbud lauching 'warisan' Ki Ageng Suryomentaraman

Disbud lauching 'warisan' Ki Ageng Suryomentaraman

Jogjakarta-KoPi| Dinas Kebudayaan DIY melaunching buku 'Ilmu Kawruh Jiwa Suryomentaraman' di Aula Dinas Kebudayaan, Rabu, 23 Desember 2015.

Menurut salah satu penulis buku, Prasetyo Bramansutdjo buku ilmu Kawruh Jiwa merupakan terjemahan dari karangan Ki Suryomentaraman yang terbit pada tahun 1948.

Ki Ageng Suryomentaraman sendiri anak dari Sultan Hamengkubuwono VII. Seorang pangeran yang meninggaljan kemegahan kehidupan istana, untuk mencari hakikat hidup yang sebenarnya.

Buku Kawruh Jiwa memaparkan perjalanan dan filosofi hidup dari sang pangeran. Sekaligus menjadi solusi kehidupan saat ini yang penuh dengan masalah sosial.

Prasetyo Bramansutdjo menambahkan buku ini mengajarkan esensi kebahagiaan menurut Ki Ageng Suryomentaraman. Poin penting kebahagiaan yang berasal dari jiwa. Di sisi lain, konteks kebahagiaan kawruh jiwa membantah pemahaman kebahagiaan pada umumnya. Kebahagiaan berdasarkan drajat, pangkat dan harta.

Pemahaman kebahagiaan tersebut umumnya mengarah pada perilaku cinta dunia. Menumbulkan sifat serakah manusia. Seperti tindakan korupsi yang marak dilakukan oleh para pejabat.

"Orang-orang yang korupsi ini tidak tahu arti kebahagiaan, sehingga mereka korupsi," papar Pras saat bedah buku kawruh jiwa pukul 11.00 WIB.

Besar harapan Prasetyo, masyarakat bisa menerima buku kawruh jiwa. Serta mengimplementasikan ajaran dari Ki Ageng Suryomentaraman. |Winda Efanur FS|Frenda Yentin|

back to top