Menu
Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Gerakan Filantropi Islam Sebagai Deradikalisasi

Gerakan Filantropi Islam Sebagai De…

Sleman-KoPi| Dewasa ini, ...

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adalah Persatuan dan Kesatuan

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adala…

Jatim-KoPi| Salah satu ku...

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehakiman Masih Berpusat Pada Institusi Bukan Hakim Secara Personal

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehak…

Sleman-KoPi|Kemerdekaan k...

Prev Next

Dinpar, masih banyak objek wisata yang perlu dibenahi

Suasana liburan di Pantai Sadranan Suasana liburan di Pantai Sadranan

Jogjakarta-KoPi| Kepala Bidang Pemasaran dari Dinas Pariwisata DIY, Imam Pratanadi menegaskan terdapat 140 obyek wisata DIY dan hampir 40% siap dipasarkan. Terdapat 36 obyek wisata alam, 86 budaya, dan 18 obyek wisata benang khusus, semua itu masih perlu di perjelas mana yang diprioritaskan sebelum dipasarkan.

“Dinas pariwisata akan melakukan pembinaan masyarakat dengan sosialisasi mengenai kebersihan, fasilitas, dan pelayanan ditempat wisata melalui inflastruktur aksesibilitas, dan sarana prasarana mengenai sektor pelayanan menjadi program utama untuk menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA),” kata Imam Pratanadi.

Sementara Staf Ahli Jogja Tourism UGM, Condroyono menanggapi benang merah permasalahan pariwisata bisa diselesaikan dengan koordinasi antara pengelola, pemda dan pemkot.

“ Koordinasi itu kata yang mudah, tapi susah dijalankan. Rapat koordinasi terus akhirnya jalan sendiri-sendiri,” tutur Condroyono.

Condroyono juga menambahkan wisatawan tergantung dua hal, antara motivasi dan dayatarik. “Karena semua daerah pasti mempunyai daya tarik dan motivasi untuk dikunjungi oleh wisman dan wisnus”, ujarnya.

Motivasi daya tarik obyek wisata bisa berupa buatan dan alam, obyek atraksi bisa berupa tradisional dan kontemporer, namun disisi lain obyek dan atraksi tidak akan cukup tanpa ada fasilitas dan pelayanan yang memadai.

Persiapan MEA

Anggota Komisi B DPRD DIY, R. B. Dwi Wahyu B., Spd. M. Si mengatakan sektor pariwisata perlu menyoroti permasalahan infrastruktur sarana prasarana dan sumber daya manusia. Terutama untuk menghadapi MEA.

Sementara Staf Ahli Jogja Tourism UGM, Condroyono menanggapi MEA harus dipersipakan sejak awal. “MEA atau tidak ya tetep kita antisipasi mulai saat ini, kalo memang sudah mau bergerak didunia pariwisata ya langkah awal SDM itu lebih baik dilatih mulai saat ini, adanya sertifikasi ketenagakerjaan dalam peningkatan SDM yang handal, maka inflastruktur pelayanan dan fasilitas yang baik dapat terealisasikan diberbagai tempat wisata,” tutur Condro.

Sisi fasilitas pelayanan pariwisata harus menjadi perhatian oleh setiap pemerintah daerah dalam memajukan sektor pariwisata ke mancanegara.

|Cucuk Armanto|Winda Efanur FS|

back to top